Showing posts with label pernikahan. Show all posts
Showing posts with label pernikahan. Show all posts

Bolehkah Mengaku Sudah Tidak Perawan

Tak ada manusia yang sempurna, selalu saja ada masa lalu kelam yang terkadang selalu mengiringi hari-hari berikutnya. Hanya saja perbedaannya. Bahwa terkadang pada seseorang masa lalunya lebih kelam dari yang lainnya. Akan tetapi Allah dengan rahmatnya terus menerus menerima taubat hambanya, siang dan malam. Sebelum Ajal menjemput dan sebelum Matahari terbit dari barat.

Allah berfirman :
وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا . يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا . إِلا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Yang artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh;Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqon:68-70)

Dan diantara sekian masa lalu kelam yang banyak menimpa para pemudi Islam adalah pernah terjatuh pada perbuatan zina, kemudian Allah limpahkan kepadanya Hidayah dan dia bertaubat darinya. Maka datanglah hari dimana seorang lelaki yang ingin mempersuntingnya datang melamar. Hati pun bimbang, apakah harus mengabarkan tentang masa lalunya ataukah harus menutupinya ??

Maka ketahuilah wahai saudariku, termasuk dari rahmat Allah kepada hambanya adalah dengan menutupi aib-aib yang dilakukan oleh hambanya, Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu , Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( لَا يَسْتُرُ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.” (HR. Muslim no. 2390)

Inilah kabar gembira dari Allah kepada hamba-hambanya, maka apabila sang pencipta Alam semesta, yang berhak mengadzab hamba-hambanya disebabkan dosa-dosanya menutupi dosa-dosa hambanya, maka tentunya lebih utama lagi hamba tersebut untuk menutupi aib dirinya sendiri dan juga dan aib saudaranya. Maka sekian banyak dalil-dalil menunjukkan hal tersebut, diantaranya adalah sabda Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam :
اجتنبوا هذه القاذو   رة التي نهى الله عز وجل عنها ، فمن ألمّ فليستتر بستر الله عز وجل عنه
Jauhilah dosa yang telah Allah larang. Siapa saja yang telah terlajur melakukan dosa  tersebut, maka tutuplah rapat-rapat dengan apa yang telah Allah tutupi.
(HR. Al-Baihaqi dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam As-Shohihah 663 dari Ibnu Umar Radhiyallahu’ anhuma )

Dan bahkan Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam mengancam bahwa orang yang suka membuka aibnya sendiri setelah ditutupi oleh Allah, maka Allah tidak akan mengampuninya.  Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam bersabda :
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
“Setiap umatku akan diampuni kecuali orang yang melakukan jahr. Di antara bentuk melakukan jahradalah seseorang di malam hari melakukan maksiat, namun di pagi harinya –padahal telah Allah tutupi-, ia sendiri yang bercerita, “Wahai fulan, aku semalam telah melakukan maksiat ini dan itu.” Padahal semalam Allah telah tutupi maksiat yang ia lakukan, namun di pagi harinya ia sendiri yang membuka ‘aib-‘aibnya yang telah Allah tutup. (HR.  Bukhori No. 6069 dan Muslim 2990 dari Abu Hurairoh Radhiyallahu’ anhu )

Maka dari dalil-dalil ini maka seorang wanita tidak boleh membuka aibnya di masa lalu apabila dia telah berzina, walaupun yang bertanya adalah laki-laki yang akan melamarnya, Maka hendaklah dia mengelak dari pertanyaan tersebut, dan apabila terpaksa untuk menjawab, maka berilah jawaban dengan Tauriyah yaitu jawaban yang memberikan pemahaman makna berbeda bagi yang mendengar dengan yang diniatkan oleh yang ditanya.  Bisa saja dengan jawaban “ Kalau memang anda ragu, cari wanita lain“ atau dengan jawaban “Apakah anda menganggap saya seorang penzina ?? “ Atau dengan jawaban “Saya bukan seorang pelacur” atau dengan jawaban “ saya tidak berhubungan dengan laki-laki” dan dia niatkan dalam hatinya yakni saat itu, buka masa lalu.
Wallahu a’lam

*Catatan ini adalah pengembangan dari jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syitsri Hafidzahullahu Anggota Hai’ah Kibarul Ulama Saudi Arabia, pada saat Dauroh Ramadhan Kitab Sunan Abi Dawud, Di Masjidi Haram , Mekkah , Saudi Arabia. Bulan Ramadhan 1433 H
Oleh : Ibnu Dzulkifli As-Samarindy  Sumber : http://assamarindy.wordpress.com


Kisah Ta'aruf Lewat SMS Menjelang Pernikahan

Suatu hari, di pojok telunjuk jari...
hari - 1
ikhwan :"assalaamu'alaikum. afwan mengganggu ukh, saya akhi Budi, dapat nomer ukhti dari temen. tadi bagus ukh presentasinya, saya salut deh :D"akhwat :"wa'alaikumussalam. syukron"
hari ke - 2
ikhwan :"lagi ngapain ukh? lagi belajar ya? moga lancar2 saja"
akhwat : (tidak membalas)
hari ke - 3
ikhwan :"afwan ukh, saya merasa beruntung dipertemukan dengan ukhti. saya merasa bahagia"
akhwat : (tidak membalas)

hari ke -5
ikhwan :"afwan ukh, ada info kajian nih."Ikuti kajian yang diselenggarakan pada... bla, bla, bla..."
akhwat :"syukron"
hari ke - 9
ikhwan :"ukhti, saya kok merasa yakin kalau ukhti adalah tulang rusuk saya, bla bla bla...
akhwat : (tidak membalas)
hari ke - 10
ikhwan :"saya merasa kehilangan kalau hidup tanpa ukhti, bla, bla, bla...
akhwat : (tidak membalas)
malamnya
ikhwan :"mari sholat tahajud ukh, udah jam 3 nih"
akhwat : (tidak membalas)
hari ke 13
ikhwan :"saya semakin yakin kalau ukhti adalah belahan jiwa saja, saya akan memperjuangkan ukhti dengan segenap kemampuan"
akhwat : (tidak membalas)
hari ke 14
ikhwan :"jangan lupa sholat dhuha ukh"
akhwat : (tidak membalas)
hari ke 15
ikhwan :"ukhti, separuh aku dirimu, tanpamu aku butiran debu"
akhwat : (tidak membalas)
hari ke 17,
ikhwan :"tadi malam saya mimpiin ukhti lo :)"
akhwat : (tidak membalas)
hari ke - 19, malam
ikhwan :"afwan ukhti, tadi kok saya lihat mukanya tampak serius, seperti memikirkan sesuatu. kalau boleh tau ada masalah apa ya ukhti? mungkin saya bisa membantu"
akhwat : (tidak membalas)
hari ke -21
ikhwan :"wah saya bersyukur tadi lihat ukhti berseri2. lagi bahagia nampaknya. crita2 dong, hehe"
akhwat :"afwan sebelum dan sesudahnya akhi, tadi siang saya sudah dikhitbah ama akhi Fauzi ke orang tua saya dan insyaAllah 3 minggu lagi akan menikah, jadi mohon jangan ganggu saya lagi. syukron atas pengertiannya. wassalaamu'alaikum"
ikhwan : *lempar HP.

Hikmah yang bisa dipetik.

Ya, demikianlah sebuah kisah Bagaimana harus Cara Ta'aruf yang Sesuai Syariah. Baik dari sisi ikhwan atau akhwatnya perlu bener bener menjaga agar proses pernikahannya bisa berjalan secara barokah. Mekanisme facebook, by SMS, atau media lain yang mirip atau sesuai dengan gambaran diatas sangat tercela, maka jauhilah.

Jadilah pria yang gentleman, luruskan niat, sampaikan keinginan menikah ke orang tua, mohon restu mereka, mohon bantuan temen apa ustad mengenalkan dengan jodoh yang shalihah. Atau misal sudah punya pilihan sendiri, ya ambillah dengan cara terhormat. Datangi walinya, sampaikan serius keinginan mau menikahnya. Hasil bagaimana, tawakal kepadaNya.


# Melatih CInta

Bagi temen-temen yang nikah tanpa pacaran, secara terus terang, saya sendiri alami, bisa jadi blm ada cinta. Hanya saja, tanpa pun hawa rasa sayangnya demikian kuat ke pasangan hidup kita. Memang aku sendiri masih blm gitu paham, sebenarnya gimana bedakan mana itu cinta mana itu sayang. Atawa, cinta pas udah nikah beda ya dengan model cinta orang-orang pacaran maksiat itu.

Hanya saja, berjalannya waktu, aku yakin, Allah akan lahirkan cinta itu dan ditumbuh kembangkan. Karena IA sudah janjikan dalam ayat-ayatNya.

Ya, salah satu sarana yang ditempuh # Melatih CInta, bisa menghabiskan waktu berdua. Seperti tadi pagi, :).. jalan-jalan ke pantai. Dipantai seluas itu cuman aku sama istriku. Makin Asik aja.

Horor Pas Masuk Area PAntai

Itupun, aslinya nggak boleh masuk area pantai karena masih dipakai buat latian tempur sama TNI. Info, pantai ambal ada area yang biasa buat latihan tempur TNI, jadi kadang pas momen latihan, penduduk sekitar demi keamanan nggak boleh masuk area pantai. CUman, setelah lobi ke pak provost,, ehehe,, alhamdulillah bisa dikasih waktu. :)..

Awalnya dah dihadang dijalan masuk kepantai.
Bahasa lobiku, "Pak, minta tolong deh pak. 30 menit aja. Boleh ya pak ?"
Komendan, "Gimana ya mas, sebenarnya sejam, seharian pun boleh, hanya saja ini pertimbangan keamanan mas".
Aku, "Memangnya, latiannya jam berapa pak?"
Komendan, "Jam 8, tapi ini udah harus persiapan".
Aku, "Wah jam 8 ya pak, kalau begitu, 30 menit aja pak ya boleh ya pak :)". [posisi jam masih 5.30 pagi]
Komendan, "Silakan..".[seraya mempersilakan]. 
batinku, YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEES! intinya, pede melobi hehe. sama bismillah aja.

Photo Story With My Harry
Padahal, aslinya udah disterilkan dari kunjungan warga kepantai itu. Pokmen, tetep bisa asik asik deh dipantai hehe,,

#1 langkah panjang menemukanmu :)

#2  melalui seluas mata memandang, pasir, dan deburan ombak

selangkah rindu bersama mu :) Harryku ..

Jalan panjang melangkah bersama

dua hati satu cinta 
 Asiknya, pantai ambal sekarang sudah dikasih Aspal sampai tepi. So, ngga capek lagi musti jalan-jalan ke pantai penghasil produk kuliner Sate Ayam Bumbu Sambel Tempe Asli Ambal :). Kotanya simbahku pula heheh.

ujung aspal, liat depan udah pantainya

aspal kasar sih, but Lumayan banget

Gitu deh liputanku melatih Cinta :).. See You Nekxt.. 

Oya, mau tak publish juga di website walimah kami


10 Wasiat Seorang Ibu Kepada Putrinya

Al-'Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata,"Tatkala 'Amr bin Hajr mendatangi 'Auf bin Mahlam As-Syaibaani untuk melamar putrinya yaitu Ummu Iyaas, maka 'Auf berkata, "Aku akan menikahkan putriku kepadamu dengan syarat aku yang akan memberi nama putra-putranya dan aku yang akan menikahkan putri-putrinya kelak". Maka 'Amr bin Hajr berkata, Adapun putra-putra kami maka kami menamakan mereka dengan nama-nama kami dan nama-nama bapak-bapak kami dan nama-nama paman-paman kami. Adapun putri-putri kami maka yagn akan menikahi mereka adalah yang setara dengan mereka dari kalangan kerajaan, akan tetapi aku akan memberikan kepadanya mahar sebuah bangunan di Kindah, dan aku akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kaumnya, tidak seorangpun dari mereka yang akan ditolak hajatnya". Maka sang ayah ('Auf) pun menerima mhara tersebut lalu menikahkan 'Amr dengan putrinya Ummu Iyaas. 



Tatkala 'Amar akan membawa sang putri maka datanglah sang ibu menasehati empat mata kepada sang putri seraya berkata:
أَيْ بُنَيَّةِ، إِنَّكِ فَارَقْتِ بَيْتَكِ الَّذِي مِنْهُ خَرَجْتِ، وَعَشِّكِ الَّذِي فِيْهِ دَرَجْتِ، إِلَى رَجُلٍ لَمْ تَعْرِفِيْهِ، وَقَرِيْنٍ لَمْ تَأْلَفِيْهِ، فَكُوْنِي لَهُ أَمَةً يَكُنْ لَكِ عَبْدًا، وَاحْفَظِي لَهُ خِصَالاً عَشْراً يَكُنْ لَكِ ذُخْرَا
"Wahai putriku, sesungguhnya engkau telah meninggalkan rumahmu -yang disitulah engkau dilahirkan dan sarangmu tempat engkau tumbuh- kepada seorang lelaki asing yang engkau tidak mengenalnya dan teman (*hidup baru) yang engkau tidak terbiasa dengannya. Maka jadilah engkau seorang budak wanita baginya maka niscaya ia akan menjadi budak lelakimu. Hendaknya engkau memperhatikan dan menjaga 10 perkara untuknya maka niscaya akan menjadi modal dan simpananmu kelak.

أَمَّا الْأُوْلَى وَالثَّانِيَةُ: فَالْخُشُوْعُ لَهُ بِالْقَنَاعَةِ، وَحُسْنِ السَّمْعِ لَهُ وَالطَّاعَةِ
"Adapun perkara yang pertama dan kedua adalah (1) Tunduk kepadanya dengan sifat qonaah, serta (2) mendengar dan taat dengan baik kepadanya".

وَأَّمَّا الثَّالِثَةُ وَالرَّابِعَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِمَوْضِعِ عَيْنِهِ وَأَنْفِهِ، فَلاَ تَقَعُ عَيْنُهُ مِنْكِ عَلَى قَبِيْحٍ، وَلاَ يَشُمُّ مِنْكِ إِلاَّ أَطْيَبَ رِيْحٍ
"Adapun perkara yang ketiga dan keempat yaitu engkau memperhatikan pandangan dan ciumannya, maka (3) jangan sampai matanya melihat sesuatu yang buruk dari dirimu dan (4) jangan sampai ia mencium darimu kecuali bau yang terharum"

وَأَمَّا الْخَامِسَةُ وَالسَّادِسَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِوَقْتِ مَنَامِهِ وَطَعَامِهِ، فَإِنَّ حَرَارَةُ الْجُوْعِ مُلْهِبَةٌ، وَتَنْغِيْصَ النَّوْمِ مُغْضِبَةٌ
"Adapun perkara yang kelima dan keenam adalah (5 & 6) memperhatikan waktu tidurnya dan makannya, karena panasnya lapar itu membakar dan kurangnya tidur menimbulkan kemarahan"

وَأَمَّا السَّابِعَةُ وَالثَّامِنَةُ: فَالاِحْتِفَاظُ بِمَالِهِ، وَالْإِرْعَاءُ عَلَى حَشْمِهِ وَعِيَالِهِ، وَمِلاَكُ الْأَمْرِ فِي الْمَالِ حُسْنُ التَّقْدِيْرِ، وَفِي الْعِيَالِ حُسْنُ التَّدْبِيْرِ
"Adapun perkara ketujuh dan kedelapan ; (7) menjaga hartanya dan (8) perhatian terhadap kerabatnya dan anak-anaknya. Dan kunci pengurusan harta adalah penempatan harta sesuai ukurannya dan kunci perhatian anak-anak adalah bagusnya pengaturan"

Bahaya Pernikahan & Istri Idaman

Siapa sih yang nggak Pengen punya iStri yang bisa Mengerti sama cita-cita dan visi hidup kita? Bayangin deh, udah punya istri, dianya tiap hari sekedar menuntut pemenuhan keuangan secara total saja. Tanpa bertanya, "hey Suami, sebenarnya visi hidupmu apa? aku sama anak-anak mau di arahkan kemana?". Bisa jadi, sang suami yang sekarang secara finansial mungkin memilih masih sederhana, sebenarnya sedang menyiapkan karya besar demi kemakmuran jangka panjangnya.
Salah suami? Iya sih bisa jadi..