Kamus HTML Dasar Anjrah

Seri Tutorial - HTML 1
Dikutip dari http://www.rahim.f2o.org/html/html_1.php
Aha, jadi anda ingin mulai belajar HTML nech ceritanya. OK, dengan tutorial ini saya yakin anda akan mampu segera memasteri HTML, mmm tepatnya HTML statik. Karena kalau anda ingin belajar HTML dinamik, anda harus juga mempelajari tutorial lainnya yang untungnya saya sediakan di situs ini.
Saya tidak akan berbuih menerangkan kepada anda apa itu HTML, bagaimana sejarah HTML, karena target saya bukanlah menjadikan anda lulus ikut ujian "Pengenalan HTML", tapi target saya menjadikan anda mumpuni, dan mampu membuat hompej, minimal hompej pribadi.
Baik, file HTML (HyperText Markup Language, hehehe tetep aja mendingan tau kepanjangannya :)) minimal terdiri dari perintah berikut:
<HTML>
<BODY>
Ini file HTML pertama saya. Klik "back button" pada browser untuk kembali.
</BODY>
</HTML>
Demikianlah file HTML yang paling sederhana. Dimulai dengan tag <HTML>, kemudian dilanjutkan dengan tag <BODY>, setelah itu isi dari file. Dan terakhir ditutup dengan dua tag berikut, </BODY></HTML>. Lihat ada tanda "/" pada setiap tag penutup.
Hey, tunggu apa lagi, buka notepad anda (saya katakan notepad bukan Microsoft Frontpage dan software-software fancy lainnya - karena untuk memahami dasar HTML secara baik, yang anda perlukan hanyalah notepad dan sebuah browser). Ketik ulang kode di atas, atau kalau anda malas saya perbolehkan anda melakukan copy-paste. Kemudian simpan file anda dengan ekstension html, contohnya simpan dengan nama file1.html. Setelah itu buka file tersebut dengan browser favorit anda, mungkin Internet Explorer atau Netscape. Jrenggg ..... hehehe kelihatannya anda belum tertarik. :( (hasil dapat anda lihat di sini)
Kalau begitu kita harus cepat melaju. Berikutnya saya akan memberikan contoh tentang manipulasi teks. Seperti anda lihat di atas, kode-kode dalam file HTML selalu dibatasi oleh tag < ... >. Demikian pula untuk keperluan manipulasi teks ini, kita mempunyai beberapa tag yang dapat digunakan, seperti:
<B>Untuk membuat huruf tebal.</B>
<I>Untuk membuat huruf miring.</I>
<U>Untuk membuat garis bawah.</U>
Anda juga dapat memanipulasi teks dengan tag <FONT SIZE="bebas" COLOR="bebas" face="bebas"> teks anda</FONT>. Di sini size adalah ukuran huruf, color adalah warna yang anda inginkan (lihat saya ngefans dengan warna biru), dan face adalah jenis font yang digunakan. O, ya anda dapat menggabung lebih dari satu tag sekaligus, sebagai contoh <B><U>akan membuat huruf tebal yang bergaris bawah</U></B>. Hanya jangan lupa jika tag pembuka berada di dalam, maka tag penutupnya juga sebaiknya di dalam, seperti tag <U> di atas. Baik kita lihat kembali contoh berikut:
<FONT COLOR="red">Ini warna merah.</FONT>
<FONT COLOR="blue">Ini warna biru.</FONT>
<FONT COLOR="green">Ini warna hijau.</FONT>
<FONT COLOR="yellow">Ini warna kuning.</FONT>
<FONT>Ini warna hitam (tanpa menulis color, tulisan anda berwarna hitam sebagai default. </FONT>
<FONT SIZE="1">Ini ukuran 1.</FONT>
<FONT SIZE="2">Ini ukuran 2.</FONT>
<FONT SIZE="3">
Ini ukuran 3.</FONT>
<FONT SIZE="4">
Ini ukuran 4.</FONT>
<FONT SIZE="5">
Ini ukuran 5.</FONT>
<FONT SIZE="6">
Ini ukuran 6.</FONT>
<FONT SIZE="7">
Ini ukuran 7.</FONT>
<FONT FACE="Arial">Ini memakai font arial.</FONT>
<FONT FACE="Arial Black">
Ini memakai font arial black.</FONT>
<FONT FACE="Comic Sans MS">
Ini memakai font comic sans MS.</FONT>
<FONT FACE="Courier New">
Ini memakai font courier new.</FONT>
<FONT FACE="Helvetica">
Ini memakai font helvetica.</FONT>
<FONT FACE="Impact">
Ini memakai font impact.</FONT>
<FONT FACE="Times New Roman">
Ini memakai font times new roman.</FONT>
<FONT FACE="Verdana">Ini memakai font verdana.</FONT>
<FONT SIZE="4" FACE="Comic Sans MS" COLOR="green"><B> Ini huruf tebal, memakai font Comic Sans MS, berukuran 4, berwarna hijau. </B></FONT>
Anda dapat melihat bahwa urutan antara FACE, SIZE, dan COLOR di dalam tag FONT tidak memiliki aturan baku, dalam arti anda bebas menulis mana duluan. Selain itu anda dapat menulis dengan huruf besar, seperti "FONT" maupun dengan huruf kecil, seperti "font". Keduanya akan memberikan hasil yang sama.
Anda juga dapat mengubah ukuran huruf dengan tag heading, yaitu <H1> sampai <H6>, di mana <H1> adalah yang terbesar, dan <H6> adalah yang terkecil. Perhatikan contoh berikut:

<H1>Ini menggunakan Heading 1</H1>


<H2>Ini menggunakan Heading 2</H2>


<H3>Ini menggunakan Heading 3</H3>


<H4>Ini menggunakan Heading 4</H4>


<H5>Ini menggunakan Heading 5</H5>

<H6>Ini menggunakan Heading 6</H6>

Terakhir, dalam memanipulasi tulisan, anda harus mengenal tiga tag berikut:
<CENTER> Tag ini berfungsi membuat tulisan berada di tengah.</CENTER>
<BR>: Tag ini berfungsi untuk membuat baris baru.
<P>: Tag ini berfungsi untuk membuat paragraf baru.</P>
Tag <P> mempunyai atribut align, seperti <P align="left"> yang membuat paragraf menjadi rata kiri, <P align="right"> yang membuat paragraf menjadi rata kanan dan <P align="center"> membuat paragraf menjadi berada di tengah.
Anda perlu mencoba menulis kode berikut menggunakan notepad dan mencobanya sendiri agar lebih memahami.
<HTML>
<BODY>

<H1>Pemakaian tag</H1>

<P align="right"><FONT COLOR="red"><B> Paragraf ini memberi contoh penggunaan tag P align="right" yang menyebabkan keseluruhan paragraf menjadi rata kanan. Penggunaan tag FONT COLOR="red" menyebabkan seluruh huruf berwarna merah, dan tag B menyebabkan semua menjadi huruf tebal. </B></FONT></P>
Sedang kalau paragraf ini memberi contoh <BR>
pengunaan tag BR. <BR>
Dapat anda lihat walaupun masih tersisa banyak space di kanan, dengan <BR>
menggunakan <BR>
tag BR tulisan dipaksa membuat baris baru. Tanpa tag BR tulisan akan terus mengalir membentuk paragraf yang wajar seperti yang sekarang anda baca. Tulisan tanpa tag BR ini hanya akan membentuk baris baru manakala space sudah habis terisi semua.
<P align="center">Sekarang adalah contoh penggunaan tag P align="center". Tag ini menyebabkan tulisan menjadi berada di tengah, seperti dapat anda lihat sekarang. Juga anda mungkin dapat merasakan perbedaan antara tag P dengan tag BR. Kalau tag BR hanya menyebabkan pindah ke baris baru, tag P menyebabkan lompat membentuk paragraf baru. </P>
</BODY>
</HTML>


OK anda sudah faham cara memanipulasi teks. Kini saya akan memperkenalkan cara membuat link.
Perintah untuk membuat link adalah dengan <A HREF="http://rahim.f2o.org">Nama Link</A>. Anda melihat bahwa tag tersebut diawali dengan A yang merupakan singkatan dari Anchor, kemudian HREF (hypertext reference), yang setelah itu dilanjutkan alamat yang dituju. Perlu diingat alamat yang dituju ini harus berada di antara tanda petik. Setelah itu anda menuliskan nama link-nya - bebas terserah anda, dan terakhir menutup dengan tag </A>. Demikianlah cara membuat link.
Nah berikut ini contoh link beneran yang dapat anda klik. Silakan:
Link di atas akan membawa anda ke situs dengan alamat: http://snow.prohosting.com/nasyrul.
Link tidak harus menuju ke alamat situs lain, tapi dapat juga diarahkan ke alamat imel. Sebagai contoh adalah link berikut, yang kalau anda klik akan membuka software untuk mengirim imel (saya tebak MS Outlook :D) dan mengirim ke alamat email yang dituju.
Perbedaan link untuk email dan link ke alamat situs adalah, untuk link email ada kata mailto sebelum alamat email. Kongkritnya, link di atas saya tulis dengan menggunakan perintah:
<A HREF="mailto:rohim94@yahoo.com">Mengirim email</A>
Nah anda lihat, sebelum menulis alamat email, yaitu rohim94@yahoo.com, saya menyisipkan kata mailto tanpa spasi.

Pemakaian link berikutnya adalah untuk membawa kursor ke posisi tertentu dalam sebuah halaman. Sebagai contoh kalau anda klik link ini, maka kursor akan berpindah ke tulisan di bawah yang menerangkan tentang karakter khusus. Untuk link seperti ini bentuk yang digunakan adalah "<A HREF="#tujuan">Link yang dimaksud</A>". Dan posisi yang dituju ditandai dengan "<A NAME="tujuan"> Posisi yang dituju</A>". Bentuk skema file keseluruhan kira-kira seperti ini:
<HTML>
<BODY>
komentar bebas
.
.
.
<A HREF="#tujuan">Link asal</A>
komentar bebas
.
.
.
<A NAME="tujuan">Posisi tujuan</A>
komentar bebas
.
.
.
</BODY>
</HTML>
Dari contoh-contoh link di atas, dapat anda lihat bahwa sebelum diklik, link akan berwarna biru dan setelah diklik warnanya berubah menjadi ungu. Hmm, mungkin tadi anda tidak memperhatikan. Baiklah saya beri contoh sebuah link baru yang belum diklik sehingga masih berwarna biru (jika nanti anda klik, warnanya akan berubah menjadi ungu).
Link yang belum diklik.
Sebenarnya pewarnaan tersebut dapat anda modifikasi dengan tag <BODY>. Bahkan tag <BODY> ini dapat memodifikasi beberapa hal menarik lainnya. O, iya mungkin anda lupa, tag <BODY> telah anda temui pada file contoh pertama anda dalam Tutorial HTML 1. Saya ulangi lagi biar lebih jelas.
<HTML>
<BODY>
Ini file HTML pertama saya. Klik "back button" pada browser untuk kembali.
</BODY>
</HTML>
Pada kode di atas anda melihat tag <BODY>. Untuk memodifikasinya kita memanipulasi atribut pada tag <BODY> tersebut, yaitu :
<BODY BGCOLOR="#FFFF66" TEXT="#0066FF" LINK="#66FF66" VLINK="#FF0000" ALINK="#FFFFFF">
BGCOLOR akan mengubah warna latar belakang, TEXT akan mengubah warna teks yang ditulis, LINK akan mengubah warna link sebelum diklik, VLINK akan mengubah warna link setelah diklik, dan ALINK akan mengubah warna link aktif (artinya saat bekas kursor masih berada di link itu). Sedang mengenai warna, berikut adalah kode yang sering digunakan:
#FFFFFF adalah putih
#FFFF66 adalah kuning
#FF66FF adalah ungu
#FF0000 adalah merah
#66FF66 adalah hijau
#0066FF adalah biru
#00000 adalah hitam
Anda dapat mencoba memvariasikan sendiri kombinasi 6 angka di atas untuk memperoleh warna lainnya. Atau anda dapat melihat referensi di sini: Referensi Warna
Untuk lebih memahami tag di atas, silakan anda ketik kode di bawah dan simpan dengan ekstension html kemudian buka menggunakan browser favorit anda.
<HTML>
<BODY BGCOLOR="#FFFF66" TEXT="#0066FF" LINK="#66FF66" VLINK="#FF0000" ALINK="#FFFFFF">
Latar belakang file ini menjadi kuning. <BR>
Tulisan teks menjadi berwarna biru, walaupun tanpa tag FONT <BR>
Link menjadi berwarna hijau, contohnya <A HREF="http://www.php.net" target="_blank"> link ini</A>. <BR>
Setelah link di atas diklik: <BR>
Warna link berubah menjadi putih, saat bekas kursor masih ada di sana (ALINK) <BR>
Dan setelah bekas kursor anda pindahkan, link tadi menjadi berwarna merah.
</BODY>
</HTML>
Hasil dari kode HTML di atas dapat dilihat di sini.
Dari kode di atas mungkin anda bertanya-tanya tentang target="_blank". Saya kira jawabannya akan saya pending sampai pembahasan frame nanti. Ingatkan saya. :)
Ma'af menginterupsi, ini adalah posisi yang dituju oleh link di atas. Untuk kembali klik link ini.
Berikutnya, saya ingin menginformasikan anda bahwa ada beberapa karakter khusus dalam file HTML. Beberapa yang sering digunakan antara lain:
&quot;  
Tanda petik (quote)  
  "  
&amp;  
Tanda dan (ampersand)  
  &  
&frasl;  
Slash  
  ⁄  
&lt;  
Kurang dari (less than)  
  <  
&gt;  
Lebih dari (greater than)  
  >  
&nbsp;  
Spasi  
  
&copy;  
Copy right  
  ©  
Sebagai contoh, jika anda ingin menulis spasi seperti        ini,        anda harus menggunakan tanda &nbsp; karena spasi biasa dalam file kode HTML akan diabaikan. Dan tanda-tanda karakter khusus tadi harus anda tulis menggunakan huruf kecil, persis seperti tabel di atas. Referensi lengkap tentang karakter khusus ini dapat anda lihat di: Referensi Karakter Khusus
Kemudian sebelum terlupa, saya ingin mengingatkan tentang satu hal. Selama ini kita hanya bermain di dalam blok <BODY> ... </BODY>. Padahal sebenarnya file HTML tidak hanya terdiri dari blok tersebut. Bentuk lengkap dari file HTML adalah:
<HTML>
<HEAD>
Ada sesuatu yang dapat dilakukan di sini.
</HEAD>
<BODY>
Perintah-perintah HTML seperti biasa.
</BODY>
</HTML>
Tepat kini kita akan mencoba memanipulasi apa yang berada di antara blok <HEAD> ... </HEAD>.
Apa yang berada di antara blok <HEAD> ... </HEAD> memang tidak akan ditampilkan dalam halaman web anda. Namun tetap mereka memiliki manfaat tersendiri. Untuk saat ini yang saya anggap perlu anda ketahui adalah bahwa ada yang dinamakan tag <TITLE> yang berfungsi memberi judul halaman web anda. Sebagai contoh anda dapat membuat file HTML berbentuk:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Situs Terhebat di Dunia</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Perintah-perintah HTML seperti biasa.
</BODY>
</HTML>
Saya sarankan anda membuat file HTML di atas kemudian membukanya menggunakan browser sehingga anda akan mengerti fungsi tag <TITLE> di atas. Yup anda akan melihat judul halaman web anda di bagian atas browser. Saya tidak akan memberi contoh yang bisa anda klik di sini, silakan kerjakan sendiri.


Situs-situs yang hanya berisi tulisan biasanya sangat membosankan. Wekss ... anda tidak menganggap situs ini membosankan kan ? please ...;)
Baik, kini saya akan memberikan tutorial tentang cara menyisipkan gambar dalam situs anda. Tapi ada satu syarat, anda tidak menganggap situs ini membosankan. OK. :D
Perintah untuk menyisipkan gambar dalam file HTML dilakukan menggunakan tag <IMG SRC="nama_gambar.gif">. Yup, hanya dengan tag tersebut. Sebagai contoh kini saya akan menampilkan satu gambar di bawah dengan cara seperti itu.

Cakep kan gambarnya. :)
Sebelum melangkah lebih jauh, terutama membicarakan masalah atribut, rasanya perlu saya jelaskan bahwa file gambar yang umum digunakan untuk hompej ada tiga jenis. Pertama file gif (Graphics Interchange Format) seperti di atas, kemudian file jpg (Joint Photographic Experts Group, terkadang disebut file jpeg) dan yang terakhir file bmp (bitmap). Di antara ketiganya file bmp memiliki kualitas gambar terbaik, namun berukuran relatif besar sehingga akan menambah beban saat meload halaman hompej. Apalagi kalau koneksi internet anda menggunakan dial up, modem 28 kbps ... hehehe ... ke laut deh. Oleh karena itu orang sering menggunakan gambar gif atau jpg. Gambar gif sendiri memiliki satu keunggulan tersendiri, yaitu memungkinkan latar transparan. Contohnya file tintin.gif di atas sebenarnya berbentuk kotak (persegi). Namun karena latarnya transparan menyebabkan terlihat seperti bukan gambar berbentuk kotak.
Anda juga dapat membuat gambar sebagai link. Caranya dengan menulis seperti contoh berikut:
<A HREF="http://www.tintin.com" target="_blank"><IMG SRC="tintin.gif"></A>
Anda dapat melihat hasilnya di bawah ini, silakan coba diklik:


Keren kan.
Kini kita masuk ke atribut. Tag IMG memiliki beberapa atribut yang dapat kita manipulasi. Beberapa atribut yang umum digunakan adalah:

<IMG SRC="nama_gambar.gif" BORDER="0" ALIGN="right" HEIGHT="100" WIDTH="50" ALT="apa hayo" HSPACE="5" VSPACE ="5">
Harga tiap atribut di atas saya tulis sembarang, mari kita bahas satu persatu.
Border berfungsi memberikan pigura pada gambar yang ditampilkan. Mungkin lebih enak kalau saya menerangkan dengan contoh. Jadi di bawah ini gambar Tintin di atas saya tampilkan dengan border yang berbeda-beda.
Border="0"
Border="1"
Border="5"
Border="10"
Kini saya akan menjelaskan tentang align, yaitu posisi terhadap teks. Posisi yang umum digunakan adalah "left", "right", "top", "middle", "bottom". Anda dapat melihat hasil penggunaan align yang berbeda pada contoh berikut.
Gambar ini tanpa memakai align, kemudian tulisannya sengaja dipanjangin untuk ngeliat efeknya terhadap posisi gambar. Apakah anda sudah dapat melihat perbedaannya, kalau belum mending ke laut deh. :)
Gambar ini memakai align="left", kemudian tulisannya sengaja dipanjangin untuk ngeliat efeknya terhadap posisi gambar. Apakah anda sudah dapat melihat perbedaannya, kalau belum mending ke laut deh. :)
Gambar ini memakai align="right", kemudian tulisannya sengaja dipanjangin untuk ngeliat efeknya terhadap posisi gambar. Apakah anda sudah dapat melihat perbedaannya, kalau belum mending ke laut deh. :)
Gambar ini memakai align="top", kemudian tulisannya sengaja dipanjangin untuk ngeliat efeknya terhadap posisi gambar. Apakah anda sudah dapat melihat perbedaannya, kalau belum mending ke laut deh. :)
Gambar ini memakai align="middle", kemudian tulisannya sengaja dipanjangin untuk ngeliat efeknya terhadap posisi gambar. Apakah anda sudah dapat melihat perbedaannya, kalau belum mending ke laut deh. :)
Gambar ini memakai align="bottom", kemudian tulisannya sengaja dipanjangin untuk ngeliat efeknya terhadap posisi gambar. Apakah anda sudah dapat melihat perbedaannya, kalau belum mending ke laut deh. :)
Gambar di atas menggunakan perintah yang sama, yaitu:
<IMG SRC="asterix.jpg" ALIGN="......">Gambar ini memakai align="....".... . Namun ternyata hasil yang ditampilkan berbeda tergantung align yang digunakan. Penggunaan align="left" menyebabkan gambar berada di sebelah kiri tulisan, dan sebaliknya penggunaan align="right" menyebabkan gambar berada di sebelah kanan tulisan, dst.

Atribut berikutnya adalah HEIGHT dan WIDTH, yaitu tinggi dan lebar gambar yang akan ditampilkan. Angka yang ditampilkan sebaiknya sesuai dengan ukuran gambar (proporsional) sehingga bentuk gambar yang ditampilkan tidak mengalami distorsi. Di bawah ini saya berikan contoh penggunaan atribut HEIGHT dan WIDTH secara sembarangan.
HEIGHT="100" WIDTH="50"
HEIGHT="50" WIDTH="100"
HEIGHT="188" WIDTH="160"
HEIGHT="94" WIDTH="80"
Kita lihat dengan mempermainkan harga HEIGHT dan WIDTH kita dapat mendistorsi gambar yang ditampilkan, juga dapat memperbesar gambar asalkan harga HEIGHT dan WIDTH yang kita tampilkan proporsional dengan ukuran sebenarnya. Untuk mengetahui harga HEIGHT dan WIDTH yang sebenarnya, salah satunya dengan menggunakan Adobe Photoshop. Buka file gambar yang ingin kita ketahui ukurannya, kemudian klik Image -> Image Size. Maka akan kita peroleh ukuran gambar yang sebenarnya. File tintin.gif di atas memiliki ukuran HEIGHT="94" dan WIDTH="80".
Atribut selanjutnya yang akan kita bahas adalah ALT. Harga yang kita isi pada atribut ALT akan memberikan keterangan tentang gambar yang akan ditampilkan. Juga saat gambar tidak dapat ditampilkan (misalkan file gambar yang dipanggil tidak ada), maka tulisan pada ALT tersebut yang akan ditampilkan. Hal ini berguna untuk memberikan informasi kepada pengunjung situs, saat gambar tidak muncul karena satu dan lain hal. Sebagai contoh perintah berikut <IMG SRC="tintin.gif" ALT="Ini Gambar Tintin dan Snowy"> akan memberikan hasil:
Ini Gambar Tintin dan Snowy
Ini Gambar Tintin dan Snowy
Saat gambar ada
Saat gambar tidak ada
Gerakkan kursor anda ke sekitar gambar, maka tulisan pada pesan ALT di atas akan muncul.
Atribut terakhir yang akan dibahas di sini adalah HSPACE dan VSPACE. Atribut ini mengatur jarak antara gambar dengan tulisan yang berada di sekitarnya. HSPACE mengatur jarak horizontal antara gambar dan tulisan, sedang VSPACE mengatur jarak vertikal antara gambar dan tulisan. Contoh penggunaannya adalah pada gambar berikut.
Pada contoh gambar ini tidak digunakan atribut HSPACE dan VSPACE yang dapat juga diartikan HSPACE="0" dan VSPACE="0". Sengaja digunakan align="left" agar dampak penggunaan atribut HSPACE dan VSPACE dapat lebih jelas terlihat. Hmm saya masih perlu tambahan tulisan lain agar apa yang saya maksudkan terlihat jelas. Oleh karena itu tulisan yang sebenarnya tidak perlu ini, tetap saya tulis. Garink banget kan. :)
Sedang gambar ini menggunakan atribut HSPACE="20" dan VSPACE="20". Gambar ini juga menggunakan align="left" dengan maksud yang sama seperti gambar di atas, agar dampak penggunaan atribut HSPACE dan VSPACE dapat lebih jelas terlihat. Hmm saya masih perlu tambahan tulisan lain agar apa yang saya maksudkan terlihat jelas. Oleh karena itu tulisan yang sebenarnya tidak perlu ini, tetap saya tulis. Garink banget kan. :)
Anda dapat melihat perbedaannya. Dengan adanya atribut HSPACE dan VSPACE, maka terdapat jarak antara gambar dan tulisan.
Kemudian tentang gambar, ada satu penggunaan penting lainnya yang belum saya sebutkan, yaitu sebagai latar belakang. Jika digunakan sebagai latar belakang maka gambar tersebut akan disusun hingga memenuhi seluruh layar. Sebagai contoh kita dapat menggunakan gambar kecil berikut,

untuk menjadi latar memenuhi seluruh layar seperti pada halaman ini.
Perintah yang digunakan untuk menjadikan gambar sebagai latar belakang adalah menggunakan tag <BODY>. Satu atribut penting yang belum dibahas saat membahas tag ini pada tutorial sebelumnya adalah atribut BACKGROUND. Jadi perintah yang digunakan untuk membuat halaman seperti pada contoh tadi adalah:
<HTML>
<BODY BACKGROUND="back.jpg">
</BODY>
</HTML>

OK, saya kira anda kini telah cukup mahir menggunakan gambar dalam hompej anda. Jadi kita akan segera memasuki bahasan lain dalam tutorial berikutnya.

Huaahh, anda masih semangat ? Jika anda merasa bosan, tarik nafas sejenak. Praktekkan apa yang telah anda pelajari, sebagai selingan. Mulailah membuat hompej sendiri, karena peralatan dasarnya telah anda miliki. Kalau boleh memberi saran, daftarlah ke Geocities dan tampilkan kreativitas anda. Yup, satu tahu geocities tidak ideal. Anda tidak dapat bermain-main server-side script, (oops binatang apa itu ? dalam tutorial yang lain anda akan mengetahuinya), dll. Namun kelebihan Geocities adalah reliable (jarang down) dan yang terpenting gratis. :D
OK, cukup becandanya. Sekarang kita akan mulai membuat tabel. Anda pasti pernah melihat tabel dalam sebuah situs. Jika belum baiklah, kini saya perkenalkan. Perhatikan baik-baik tabel di bawah ini.
Tau nggak,
ini namanya apa ?
Kasian deh elo,
kalau nggak tau namanya.
Ini namanya tabel lagi ! :p
Hah yang kayak begitu dibilang tabel ?!? Hayoo pengen komplain ya ... :)
Itu memang tabel, cuman mungkin anda tidak merasakannya. Jawabannya karena satu hal, batas tiap kotak/sel (atau disebut border) enggak ditampilin. Mangkanya banyak hompej-hompej keren yang sebenarnya layoutnya 'cuman' pake tabel, tapi karena bordernya nggak ditampilin, yang ngeliat nggak ngerasa kalau itu pake tabel deh - seperti tabel di atas.
Nah tabel yang persis kayak di atas tadi, kalau ditampilin pakai border akan jadi kayak begini.

Tau nggak,
ini namanya apa ?
Kasian deh elo,
kalau nggak tau namanya.
Ini namanya tabel lagi ! :p
Untuk membuat tabel, tag yang digunakan minimal ada tiga, <TABLE>, <TR> dan <TD>. OK, saya contohkan tabel yang paling sederhana, yang hanya terdiri dari satu sel (satu kotak). Perhatikan contoh berikut:
<TABLE>
<TR>
<TD>Isi Tabel</TD>
</TR>
</TABLE>
Tabel di atas akan memberikan hasil seperti ini
.

Isi Tabel

Masih belum seperti tabel ya ... tapi percayalah itu adalah tabel. Trust me, I know what I'm doing. Keterangan perintah di atas kira-kira seperti ini:
  • <TABLE>: Tag ini menyuruh membuat tabel.
  • <TR>: Nah kalau tag yang ini nyuruh bikin baris.
  • <TD>: Terakhir tag yang ini, nyuruh bikin kolom.
Jadi urutannya seperti di atas bikin tabel, terus bikin baris, dan terakhir bikin kolom. Kita dapat menambah isi tabel tersebut, misalnya menjadi 2 baris dan 3 kolom dengan perintah berikut:
<TABLE>
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 3</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasil tabel di atas akan terlihat seperti ini.

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Oops saya lupa. Di atas memang kita sudah berhasil membuat tabel 2 baris 3 kolom. Tapi tanpa adanya border rasanya tabel di atas agak sulit dicerna. Berikut ini tabel di atas saya modifikasi dengan perintah border (Dari tabel di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa default adalah BORDER="0", artinya jika tidak ditulis harga tersebutlah yang berlaku).
<TABLE BORDER="1">
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 3</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasilnya akan menjadi seperti ini:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Kita dapat mengubah ukuran border dengan bebas. Sebagai contoh jika menggunakan BORDER="5", maka hasilnya akan menjadi:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Dan jika menggunakan BORDER="20" hasilnya akan seperti ini:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Selain border, ada 4 atribut lainnya pada tag <TABLE> yang sering digunakan, yaitu CELLSPACING, CELLPADDING, WIDTH dan HEIGHT. Kita bahas satu-persatu.
CELLSPACING mengatur jarak antar sel. Sebagai contoh, tabel di atas kita modifikasi menggunakan CELLSPACING="10" sebagai berikut. Sebagai informasi, default untuk CELLSPACING adalah CELLSPACING="2".
<TABLE BORDER="1" CELLSPACING="10">
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 3</TD>
</TR>
</TABLE>
Maka hasilnya adalah sebagai berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Dan jika menggunakan CELLSPACING="20", maka jarak antar sel akan semakin besar, seperti pada tabel berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Sedang CELLPADDING akan menentukan jarak antara isi sel dengan bordernya. Sebagai contoh jika tabel dengan BORDER="1" menggunakan CELLPADDING="10" seperti kode berikut ini. O, ya default nilai CELLPADDING adalah CELLPADDING="1".
<TABLE BORDER="1" CELLPADDING="10">
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 3</TD>
</TR>
</TABLE>
Maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Menambah harga CELLPADDING menjadi CELLPADDING="20" akan makin memperbesar ukuran sel (menambah jarak dari sel ke border) seperti pada tabel di bawah ini:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Atribut terakhir pada tag <TABLE> yang akan kita bahas adalah WIDTH. Atribut ini akan menentukan lebar tabel. Sebagai contoh pada tabel di bawah, kita set harga WIDTH="400":
<TABLE BORDER="1" WIDTH="400">
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 3</TD>
</TR>
</TABLE>
Maka hasilnya adalah sebagai berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Jika juga dapat mengubah harga WIDTH menjadi WIDTH="500" yang tentu akan memperlebar ukuran tabel, seperti contoh berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Lebar tabel tidak hanya didefinisikan dengan harga yang fix seperti di atas, tetapi bisa juga didefinisikan dengan persentasi dari lebar window. Sebagai contoh, jika digunakan WIDTH="75%" akan diperoleh tabel sebagai berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Dan jika digunakan WIDTH="100%" akan kita peroleh tabel berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Apabila anda memperkecil ukuran window anda, maka akan anda lihat lebar tabel akan berubah jika kita mendefinisikan dalam persen. Namun lebar tabel akan tetap jika didefinisikan dalam harga mutlak.
Atribut HEIGHT mirip dengan WIDTH, hanya HEIGHT mendefinisikan tinggi tabel. Sebagai contoh tinggi tabel di atas kita ubah menjadi HEIGHT="100". Maka kode kita menjadi:
<TABLE BORDER="1" HEIGHT="100">
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 3</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3

Kini kita akan membicarakan atribut dalam tag <TR> dan <TD>. Atribut yang pertama kita bicarakan adalah ALIGN dan VALIGN. Atribut ALIGN mempunyai tiga harga, "left", "center" dan "right", yang berarti rata kiri, di tengah, dan rata kanan. Sedang VALIGN juga mempunyai tiga harga, "top", "middle" dan "bottom", yang berarti di atas, di tengah dan di bawah. Sebagai contoh adalah tabel berikut ini. Anda dapat melihat bahwa tiap sel memiliki harga ALIGN dan VALIGN yang berbeda-beda, sehingga posisinya akan berbeda-beda juga. Pada baris pertama dan baris kedua, harga ALIGN dan VALIGN diset untuk setiap sel (pada tag <TD>), sedang pada baris ketiga dan keempat harga ALIGN dan VALIGN diset untuk setiap baris (pada tag <TR>).
Sebagai catatan, atribut ALIGN dan VALIGN tidak dapat digunakan bersamaan dengan atribut CELLPADDING. Karena penggunaan atribut CELLPADDING otomatis akan menyebabkan isi sel berada di tengah. Default untuk ALIGN dan VALIGN adalah ALIGN="left" dan VALIGN="middle"
<TABLE BORDER="5" WIDTH="500" HEIGHT="200">
<TR>
<TD
ALIGN="left" VALIGN="top">Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD
ALIGN="center" VALIGN="middle">Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD
ALIGN="right" VALIGN="bottom">Baris 1 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR>
<TD
ALIGN="left" VALIGN="bottom">Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD
ALIGN="center" VALIGN="top">Baris 2 Kolom 2</TD>
<TD
ALIGN="right" VALIGN="middle">Baris 2 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR
ALIGN="left" VALIGN="top">
<TD>Baris 3 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 3 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 3 Kolom 3</TD>
</TR>
<TR
ALIGN="right" VALIGN="bottom">
<TD>Baris 4 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 4 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 4 Kolom 3</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2
Baris 2 Kolom 3
Baris 3 Kolom 1
Baris 3 Kolom 2
Baris 3 Kolom 3
Baris 4 Kolom 1
Baris 4 Kolom 2
Baris 4 Kolom 3

Kini kita akan membicarakan beberapa atribut pada tag <TD>, yaitu COLSPAN dan ROWSPAN. Kita mulai dari COLSPAN. Atribut COLSPAN ini digunakan untuk menggabung beberapa kolom. Harga yang diisi adalah jumlah kolom yang bergabung. Sebagai contoh anda dapat melihat kode HTML berikut:
<TABLE BORDER="5">
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 3</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 4</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 5</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD
COLSPAN="3">Kolom 2, 3 dan 4 bergabung</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 5</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasil dari kode di atas adalah:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 Kolom 3
Baris 1 Kolom 4
Baris 1 Kolom 5
Baris 2 Kolom 1
Kolom 2, 3 dan 4 bergabung
Baris 2 Kolom 3

Atribut ROWSPAN mirip dengan atribut COLSPAN, hanya di sini yang bergabung adalah baris. Contoh penerapannya adalah sebagai berikut:
<TABLE BORDER="5">
<TR>
<TD>Baris 1 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 1 Kolom 2</TD>
<TD
ROWSPAN="2">Baris 1 dan 2 bergabung.</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Baris 2 Kolom 1</TD>
<TD>Baris 2 Kolom 2</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasil dari kode di atas adalah:

Baris 1 Kolom 1
Baris 1 Kolom 2
Baris 1 dan 2 bergabung.
Baris 2 Kolom 1
Baris 2 Kolom 2

Demikian beberapa hal penting dalam pembuatan tabel. Namun karena perintah tabel ternyata masih banyak, tutorial berikutnya masih akan membicarakan tentang tabel sekali lagi.

ita langsung masuk ke pembahasan tabel berikutnya, OK ?
Kini kita akan membahas tentang WIDTH sekali lagi, hanya kali ini kita gunakan untuk tag <TD>. Tanpa menggunakan atribut ini, lebar kolom biasanya akan menyesuaikan diri sesuai dengan isi kolom. Sebagai contoh perhatikan kode HTML berikut:
<TABLE border="5">
<TR>
<TD>Pensil</TD>
<TD>Komputer IBM Thinkpad</TD>
<TD>Penghapus</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Buku</TD>
<TD>Penggaris</TD>
<TD>Buku Panduan Macromedia Flash MX</TD>
</TR>
</TABLE>
Kita lihat kode HTML di atas secara otomatis akan menghasilkan kolom yang lebar untuk sel yang isinya panjang, seperti terlihat pada tabel di bawah.

Pensil
Komputer IBM Thinkpad
Penghapus
Buku
Penggaris
Buku Panduan Macromedia Flash MX

Namun kita dapat mengatur lebar kolom sesuai keinginan dengan menggunakan atribut WIDTH di dalam tag <TD>. Contohnya adalah sebagai berikut:
<TABLE border="5">
<TR>
<TD
WIDTH="200">Pensil</TD>
<TD
WIDTH="100">Komputer IBM Thinkpad</TD>
<TD
WIDTH="150">Penghapus</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Buku</TD>
<TD>Penggaris</TD>
<TD>Buku Panduan Macromedia Flash MX</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasilnya akan terlihat sebagai berikut:

Pensil
Komputer IBM Thinkpad
Penghapus
Buku
Penggaris
Buku Panduan Macromedia Flash MX

Kita juga dapat memberikan nilai WIDTH berupa persentase, seperti contoh berikut:
<TABLE border="5" WIDTH="600">
<TR>
<TD
WIDTH="40%">Pensil</TD>
<TD
WIDTH="35%">Komputer IBM Thinkpad</TD>
<TD
WIDTH="25%">Penghapus</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Buku</TD>
<TD>Penggaris</TD>
<TD>Buku Panduan Macromedia Flash MX</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasilnya akan terlihat sebagai berikut:

Pensil
Komputer IBM Thinkpad
Penghapus
Buku
Penggaris
Buku Panduan Macromedia Flash MX

Sebagai catatan, jika menginginkan lebar tabel tetap walaupun window diperkecil hingga lebih kecil daripada lebar tabel, maka perlu menggunakan atribut WIDTH="angka (bukan persen)" di dalam tag <TABLE> bukan di dalam tag <TD>.
Sekarang kita akan bermain warna. Untuk memberi warna pada latar kita menggunakan atribut BGCOLOR yang dapat diletakkan pada tag <TABLE>, tag <TR> maupun tag <TD>. Kode warna yang digunakan sama dengan yang telah kita pelajari pada Tutorial HTML 1. Sebagai contoh, saya akan membuat sebuah tabel dengan latar belakang berwarna kuning. Maka kode yang saya gunakan adalah. O ya untuk mengubah warna tulisan tentu saja seperti biasa anda dapat mempergunakan tag <FONT> di dalam <TD>. Sebagai contoh tulisan komputer akan saya buat berwarna merah.
<TABLE border="5" BGCOLOR=#FFCC00>
<TR>
<TD>Pensil</TD>
<TD>
<font color="red"> Komputer IBM Thinkpad</font></TD>
<TD>Penghapus</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Buku</TD>
<TD>Penggaris</TD>
<TD>Buku Panduan Macromedia Flash MX</TD>
</TR>
</TABLE>
Lihat saya telah membuat latar berwarna kuning.

Pensil
Komputer IBM Thinkpad
Penghapus
Buku
Penggaris
Buku Panduan Macromedia Flash MX

Kode berikut ini akan membuat warna latar tiap sel berbeda:
<TABLE border="5">
<TR>
<TD
BGCOLOR=#FFCC00>Pensil</TD>
<TD
BGCOLOR=#00CCFF>Komputer IBM Thinkpad</TD>
<TD
BGCOLOR=#FF00CC>Penghapus</TD>
</TR>
<TR>
<TD
BGCOLOR=#00FFCC>Buku</TD>
<TD
BGCOLOR=#CC00FF>Penggaris</TD>
<TD
BGCOLOR=#CCFF00>Buku Panduan Macromedia Flash MX</TD>
</TR>
</TABLE>
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Pensil
Komputer IBM Thinkpad
Penghapus
Buku
Penggaris
Buku Panduan Macromedia Flash MX

Kini kita akan membicarakan tentang isi tabel. Tabel dapat kita isi apapun, sama seperti apapun. Kita dapat mengisinya dengan link, dengan gambar, bahkan kita dapat mengisinya dengan tabel lagi. Tabel juga dapat dipergunakan untuk membuat sebuah gambar berframe. Dua aplikasi tersebut akan saya contohkan dalam tutorial ini.
Yang pertama adalah membuat gambar berframe. Ini merupakan aplikasi yang mudah, karena hanya perlu membuat tabel satu sel dan mengisinya dengan gambar dan menggunakan atribut border sebagai frame. Berikut adalah kode HTML yang digunakan:
<TABLE border="10" BGCOLOR="yellow">
<TR>
<TD>
<IMG SRC="tintin.gif"></TD>
</TR>
</TABLE>
Hasilnya adalah sebagai berikut:


Selanjutnya kita akan mencoba membuat layout disain sebuah hompej dengan memanfaatkan kemampuan yang telah kita miliki tentang tabel, termasuk memasukkan tabel dan link ke dalam tabel. Layout global yang kita gunakan kira-kira adalah sebagai berikut:
Banner Atas
Menu Samping
Isi Menu Utama berupa tabel
Dan tabel untuk pengisi menu utama memiliki layout sebagai berikut:
Gambar
Judul
Cerita
Keseluruhan isi hompej tersebut adalah sebagai berikut:
Kisah Petualangan Tintin
Tongkat Raja Ottokar
Cerita Tongkat Raja Ottokar mengisahkan petualangan tintin untuk menyelamatkan tongkat kerajaan yang hendak dicuri oleh lawan politik sang raja.
.
.
.
bla bla bla

.
.
.
bla bla bla
Anda tentu dapat membuat kode HTML untuk bentuk layout seperti di atas.
Jika anda ingin membuat hompej yang interaktif, anda perlu mulai berfikir menggunakan form. Form dapat digunakan untuk meminta input dari pengunjung tentang apapun. Baik mengisi angket, mengisi polling, mengisi guestbook juga mengisi form pembelian barang. Semua aplikasi tersebut menggunakan prinsip pembuatan form.
Form selalu diawali dengan tag <FORM> dan ditutup dengan tag </FORM>. Di antara tag pembuka dan penutup FORM tadi dapat diisi tag <INPUT> yang jenisnya ada beberapa macam. Contoh sederhana dari form adalah sebagai berikut:
Anda melihat sebuah kotak yang dapat ditulisi kan ? Nah, mungkin anda ingin tahu bagaimana membuatnya. Tidak sulit, anda cukup menyisipkan kode berikut ke file HTML anda.
<FORM METHOD="POST" ACTION="mailto:alamat imel anda">
<INPUT TYPE="text" NAME="nama" SIZE="30">
</FORM>
Weks, anda tidak faham satu baris pun ? Baik akan saya jelaskan satu persatu. Kita mulai dari baris pertama: <FORM METHOD="POST" ACTION="mailto:alamat imel anda">.
Pada baris pertama ini ada tiga hal yang perlu anda ketahui:
  • FORM: kata ini akan menjelaskan kepada komputer bahwa anda sedang membuat form. That's it.
  • METHOD: kata ini menentukan tentang bagaimana informasi akan dikirim. Di atas kita memilih dengan cara "POST", artinya sebundel data langsung kita kirim begitu saja. Metode lain yang bisa digunakan adalah "GET", di sini data dikirim dengan menambahkan sesuatu pada alamat URL di bagian atas browser anda. OK, lupakan dulu, pokoknya sekarang kita memilih metode POST.
  • ACTION: ke mana data akan dikirim. Pada form di atas kita menggunakan "mailto:alamat imel anda" yang berarti data akan dikirim ke alamat imel tersebut. Kita bisa juga mengisi dengan alamat URL, nanti kita lihat.
Sekarang baris kedua, yaitu: <INPUT TYPE="text" NAME="nama" SIZE="30">. Apalagi nech ? Di sini lagi-lagi ada tiga hal yang perlu anda ketahui:
  • INPUT: ini mendefinisikan bahwa kita sedang meminta input (masukan) kepada pengunjung situs.
  • TYPE: nah ini akan menjelaskan jenis input yang kita minta. Di sini kita memilih jenis "text" yang akan menampilkan satu baris kotak input seperti anda lihat di atas. Ada banyak jenis lainnya yang akan saya jelaskan nanti.
  • NAME: yang ini berguna untuk memberikan nama kepada input ini. Anda bebas memberi nama apapun, tidak harus "nama" seperti yang saya tulis di atas. NAME ini berguna untuk keperluan memproses input ini lebih lanjut, misalnya nanti saat anda mempelajari penggunaan CGI script.
  • SIZE: anda tentu bisa menebak, yup, ini adalah panjang kotak input di atas.
Terakhir baris ketiga seperti biasa adalah baris penutup form, </FORM>. Perhatikan bahwa tag <INPUT> tidak memerlukan penutup </INPUT>. Sekarang saya akan menjelaskan jenis-jenis (type) input yang lain, perhatikan baik-baik yach:
  • BUTTON, contohnya ini:
  • CHECKBOX, contohnya ini:
  • FILE, contohnya ini:
  • HIDDEN, contohnya ini (ngumpet di mana nech ? namanya juga hidden :)):
  • IMAGE, contohnya ini:
  • PASSWORD, contohnya ini:
  • RADIO, contohnya ini:
  • RESET, contohnya ini:
  • SUBMIT, contohnya ini:
Selain input di atas (semua yang di atas bikinnya pake tag <INPUT>), adalagi input yang bikinnya pake tag yang lain, misalnya:
  • SELECT, contohnya ini:
  • TEXTAREA, contohnya ini:
Udah. Beberapa jenis input yang sering digunakan sudah saya salinkan di atas. Sekarang kita bahas secara lebih detil satu-persatu. Tidak urut seperti di atas, tapi berdasarkan popularitasnya kali. Sebelumnya mungkin perlu saya ingatkan sekali lagi, bahwa semua kode HTML di bawah yang saya tuliskan harus berada di antara tag <FORM> .. </FORM>. Ya iya lah, pan kita lagi ngomongin form.
Text, Password dan Textarea
Tentang text tadi sudah kita bahas. Tapi baiklah di sini akan saya bahas ulang, sekalian menambah beberapa atribut yang mungkin nantinya berguna bagi anda.
Format input text yang lebih lengkap (ini masih belum lengkap) adalah:
<INPUT TYPE="TEXT" MAXLENGTH="5" NAME="nama" SIZE="15" VALUE="bebas">
Tadi kita telah membahas tentang atribut TYPE, NAME dan SIZE. Kini kita akan membahas sisanya. MAXLENGTH adalah panjang maksimum yang bisa anda tulisi (ingat, berbeda dengan ukuran kotak yang didefinisikan dengan SIZE). Anda bisa melihat kotak di bawah yang berukuran 15 karakter, namun ternyata hanya bisa anda tulisi sepanjang 5 karakter. Kalau anda bisa menulis lebih dari 5 karakter silakan kirim imel untuk meminta hadiah. :p


Sedang atribut VALUE berfungsi untuk memberikan harga awal di dalam kotak. Jadi sebelum menulis apa-apa anda melihat bahwa di dalam kotak telah tertulis kata "bebas".
Nah sedikit berbeda dengan text adalah password. Antara text dengan password tidak ada perbedaan apapun kecuali pada password apa yang kita ketikkan ditampilkan dalam bentuk * sehingga tidak terbaca. Bentuk tag dengan type password adalah sebagai berikut:
<INPUT TYPE="PASSWORD" MAXLENGTH="8" NAME="kunci" SIZE="10" VALUE="">
Anda lihat atribut yang digunakan persis dengan yang digunakan pada type text (sengaja untuk atribut VALUE saya kosongkan sehingga tidak ada harga awal yang terisi). Fungsinya pun sama. Nah kode di atas ini akan ditampilkan seperti ini (silakan coba menulis):

Selanjutnya kita akan membahas textarea. Bentuk umum tag yang digunakan adalah sebagai berikut:
<TEXTAREA NAME="komentar" ROWS="6" COLS="40" WRAP="OFF"> Tulisan ini akan ditampilkan di dalam kotak.</TEXTAREA>
Berbeda dengan text, kali ini kita tidak menggunakan tag <INPUT>, tetapi langsung menggunakan tag <TEXTAREA>. Juga sekarang kita harus menutup dengan tag </TEXTAREA>. Di antara tag <TEXTAREA> dan tag </TEXTAREA> kita dapat menuliskan apapun yang nantinya akan ditampilkan di dalam kotak yang tersedia. Anda lihat kotak di bawah ini yang sudah berisi tulisan "Tulisan ini akan ditampilkan di dalam kotak.".


Atribut yang bisa kita atur di atas adalah ROWS yang akan menentukan jumlah baris dan COLS yang akan menentukan jumlah kolom. Juga ada atribut NAME yang fungsinya memberi nama, sama seperti pada input text. Jika kita sampai pada pengolahan data form, anda akan memahami pentingnya memberi nama - dan jelas tidak boleh ada nama yang sama.
Juga ada atribut WRAP yang memiliki tiga pilihan, yaitu "OFF", "HARD" dan "SOFT". Jika anda memilih OFF seperti di atas, maka tulisan akan terus berlanjut tanpa berpindah ke baris berikutnya. Coba anda isi kotak di atas. Sedang pemilihan "HARD" akan menyebabkan tulisan terpotong begitu sampai ke batas kanan, kemudian berpindah ke baris baru. Saat data dikirim pun (misal melalui email seperti contoh di atas), data yang kita terima akan terpotong per baris. Terakhir pilihan "SOFT" akan menyebabkan data terpotong saat menyentuh batas kanan dan berpindah ke baris baru. Namun bedanya dengan HARD, saat data dikirim melalui email, kita akan menerima data tersebut utuh memanjang tanpa terpotong per baris.
Sudah jelas kan ? Nah, berikut ini akan saya tampilkan bentuk form yang pasti anda sudah familiar.
Nama :
E-mail :
Komentar:

Yup ... agak mirip dengan guestbook bukan ? Ini kode yang digunakan.
Nama : <INPUT TYPE="TEXT" NAME="nama" SIZE="15"><br>
E-mail : <INPUT TYPE="TEXT" NAME="imel" SIZE="15"><br>
Komentar:<br>
<TEXTAREA NAME="komentar" ROWS="5" COLS="45" WRAP="SOFT"></TEXTAREA>
Radio, Checkbox dan Select
Ketiga jenis input di atas berfungsi memberikan pilihan kepada pengunjung. Untuk radio dan pengunjung hanya dapat memilih satu pilihan, sedang untuk checkbox pengunjung dapat memilih beberapa pilihan.
Baik, kita bedah satu-persatu. Berikut ini adalah bentuk perintah untuk RADIO.
<INPUT TYPE="RADIO" NAME="partai_idaman" VALUE="pilihanku">

Mmm atribut yang belum anda kenal mungkin cuman VALUE, gunanya untuk memberikan nilai yang isinya tergantung pilihan kita. Hasil dari format di atas adalah sebagai berikut:

Yah, cuman satu bunderan, nggak asyik. Biar lebih asyik, sekarang saya tampilkan pilihan beberapa pilihan.
Partai mana yang anda pilih ?
Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan
Partai Keadilan
Partai Rakyat Demokrat
Partai Kebangkitan Bangsa
Untuk membuat pilihan seperti di atas, kode yang saya tulis adalah seperti ini. Lihat setiap pilihan saya beri NAMA yang sama, namun VALUE yang berbeda.
Partai mana yang anda pilih ?<br>
<INPUT TYPE="RADIO" NAME="partai_idaman" VALUE="pdip">Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan<br>
<INPUT TYPE="RADIO" NAME="partai_idaman" VALUE="pk">Partai Keadilan<br>
<INPUT TYPE="RADIO" NAME="partai_idaman" VALUE="prd">Partai Rakyat Demokrat<br>
<INPUT TYPE="RADIO" NAME="partai_idaman" VALUE="pkb">Partai Kebangkitan Bangsa
Penggunaan CHECKBOX juga tidak berbeda jauh, hanya di sini anda dapat memilih lebih dari satu. Bentuk tag dari CHECKBOX adalah:
<INPUT TYPE="CHECKBOX" NAME="tokoh" VALUE="idamanku">
Mestinya anda sudah familiar dengan semua atributnya kan ? Nah hasil dari tag di atas hasilnya adalah seperti ini.

Mmm ... lagi-lagi nggak asyik ya. :) Terpaksa sekali lagi saya berikan contoh yang terdiri dari beberapa pilihan.
Mana tokoh yang bebas KKN (boleh lebih dari satu) ?
Megawati Soekarnoputri
Amien Rais
Akbar Tanjung
Hamzah Haz
Yusril Ihza Mahendra
Hidayat Nur Wahid
Nah untuk pilihan seperti di atas, kodenya tuh kayak gini:
Mana tokoh yang bebas KKN (boleh lebih dari satu) ?<br>
<INPUT TYPE="CHECKBOX" NAME="tokoh" VALUE="mega">Megawati Soekarnoputri<br>
<INPUT TYPE="CHECKBOX" NAME="tokoh" VALUE="amin">Amien Rais<br>
<INPUT TYPE="CHECKBOX" NAME="tokoh" VALUE="akbar">Akbar Tanjung<br>
<INPUT TYPE="CHECKBOX" NAME="tokoh" VALUE="hamzah">Hamzah Haz<br>
<INPUT TYPE="CHECKBOX" NAME="tokoh" VALUE="yusril">Yusril Ihza Mahendra<br>
<INPUT TYPE="CHECKBOX" NAME="tokoh" VALUE="hidayat">Hidayat Nur Wahid
Sekedar tambahan, untuk RADIO dan CHECKBOX anda dapat memberikan pilihan awal dengan menggunakan kata CHECKED di dalam tag <INPUT>. Contohnya adalah kode berikut:
<INPUT TYPE="RADIO" CHECKED NAME="partai_idaman" VALUE="pk">Partai Keadilan<br>
<INPUT TYPE="CHECKBOX"
CHECKED NAME="tokoh" VALUE="hidayat">Hidayat Nur Wahid
Yang akan memberikan hasil sesuatu yang sudah dipilih/dicheck:
Partai Keadilan
Hidayat Nur Wahid
Sekarang yang terakhir, select. SELECT berbeda dengan RADIO dan CHECKBOX karena nggak make tag <INPUT>, tapi langsung memakai tag <SELECT>. Dan juga penggunaan SELECT harus ditutup dengan tag </SELECT>. Bentuk lengkapnya adalah seperti ini.
<SELECT NAME="presidenku" MULTIPLE SIZE="1">
<OPTION>
....
<OPTION>
</SELECT>

Seperti biasa ada atribut NAME, kemudian atribut MULTIPLE berguna agar dapat dilakukan pilihan lebih dari satu, dengan menekan tombol SHIFT kemudian meng-klik pilihan kedua, ketiga, dst. Atribut SIZE menunjukkan panjang list, defaultnya adalah 1. Kemudian di dalam tag <SELECT> kita dapat menuliskan tag <OPTION> yang menunjukkan pilihan-pilihan yang ada. Contoh penggunaan kongkrit nech.
Siapa yang layak menjadi presiden:
Nah untuk pilihan seperti di atas, kodenya adalah sebagai berikut:
Siapa yang layak menjadi presiden:<br>
<SELECT NAME="presidenku" SIZE="1">
<OPTION>Megawati Soekarnoputri<br>
<OPTION>Hamzah Haz<br>
<OPTION>Amien Rais<br>
<OPTION>Yusril Ihza Mahendra<br>
<OPTION>Hidayat Nur Wahid<br>
<OPTION>Abdurrachman Wahid<br>
<OPTION>Nurcholis Madjid<br>
<OPTION>Tidak ada di pilihan<br>
</SELECT>
Sama seperti pada RADIO dan CHECKBOX, pada SELECT kita juga dapat melakukan pilihan awal, dengan menambahkan kata SELECTED pada tag <OPTION> seperti ini:
<OPTION SELECTED>Tidak ada di pilihan<br>

Jika kata SELECTED ini kita masukkan ke atas, maka default awal menjadi "Tidak ada pilihan" seperti contoh berikut:
Siapa yang layak menjadi presiden:
Pada penggunaan tag <SELECT> ini, kita tidak melihat adanya atribut VALUE. Hal ini disebabkan nilai data yang terkirim nantinya diambil dari kalimat yang ada di depan tag <OPTION>. Cara lain adalah dengan memberikan atribut VALUE pada tag <OPTION>, seperti contoh berikut:
<OPTION VALUE="amin">Amien Rais
Button, Reset, Submit dan Image
Input ini kesemuanya memberikan 'tombol' untuk ditekan. Perbedaannya adalah:
  • Button cuman sekedar tombol, kalau diklik nggak terjadi apa-apa, kecuali kalau kita kasih fungsi tambahan.
  • Reset tuh tombol yang kalau diklik langsung ngereset semua isian kita di form, kembali ke defaultnya.
  • Submit adalah tombol yang kalau diklik, isian di form bakalan langsung dikirim menggunakan cara tergantung atribut METHOD dan ACTION di dalam tag <FORM>
  • Image persis seperti submit, cuman gambarnya bisa diubah, nggak sekedar kotak jelek.
Nah kayak gitu perbedaannya. Terus bentuk kodenya, kalau BUTTON:
<INPUT TYPE="BUTTON" NAME="tombol" VALUE="Baca Deh" ONCLICK="JScode">
Atribut NAME fungsinya seperti biasa. Kalau VALUE isinya tulisan yang bakalan ditampilin di atas tombol. Nah kalau ONCLICK itu fungsi yang akan dikerjakan tombol kalau diklik. Tapi untuk nulis fungsi ini harus faham Java Script jadi untuk sementara tombol kita masih nggak berfungsi deh. Nah kode di atas tuh hasilnya kayak gini:
Kode untuk RESET adalah sebagai berikut:
<INPUT TYPE="RESET" NAME="batal" VALUE="Enggak Jadi">

Fungsi atribut NAME dan VALUE di atas sama dengan untuk BUTTON. Kode yang seperti di atas akan menampilkan tombol seperti ini. Ingat fungsi tombol ini adalah mereset form, beda dengan fungsi tombol BUTTON yang harus didefinisikan dulu.

Berikutnya SUBMIT memiliki kode seperti ini:
<INPUT TYPE="SUBMIT" NAME="name" VALUE="Kirim Dong">

Nah atribut pada tombol SUBMIT ini juga persis dengan tombol RESET, bedanya hanya fungsinya. Jika SUBMIT diklik maka kita mengirim, jika RESET diklik maka kita batal mengirim. Kode di atas hasilnya seperti ini:

Kalau IMAGE, kodenya seperti ini:
<INPUT TYPE="IMAGE" ALIGN="LEFT" NAME="gambar" SRC="tintin.gif">

Atribut yang baru cuma ALIGN yang berguna menentukan posisi gambar terhadap teks dengan pilihan-pilihan seperti "left", "right", "top", "middle", "bottom". Sedang SRC akan memanggil gambar yang akan ditampilkan. Kedua atribut ini sama persis dengan yang telah anda pelajari pada tutorial tentang gambar pada tag <IMG ...>. Hasil kode di atas kayak gini:

Hidden dan File
Input jenis HIDDEN fungsinya adalah mengirim data melalui form yang bukan hasil isian pengunjung. Jadi pembuat situs sudah mendefinisikan data yang akan dikirim. Hal ini berguna antara lain untuk pengolahan database menggunakan CGI script.
Kodenya adalah:
<INPUT TYPE="HIDDEN" NAME="rahasia" VALUE="penting">

Kode di atas akan mengirim variabel bernama "rahasia" dengan isi "penting" bersama data lainnya yang diisi dari form. Pengunjung sih nggak ngeliat apa-apa karena memang nggak ada yang ditampilkan di layar monitor.
Terakhir adalah tipe FILE yang berfungsi untuk mengirimkan file. Kodenya adalah sebagai berikut:
<INPUT TYPE="FILE" NAME="file" VALUE="file1">

Atributnya udah jelas kan. :) Nah, kode di atas akan memberikan hasil berikut:
Saya kira input file ini belum akan anda pakai dalam waktu dekat sehingga lebih baik anda berkonsentrasi untuk memahami jenis-jenis input lainnya.
Huaahhh ... saya telah selesai menjelaskan jenis-jenis input di dalam form. Kini kembali saya akan menjelaskan tentang tag <FORM> sendiri karena ada yang perlu ditambahkan. Perhatikan baik-baik.
Ceritanya saya memiliki Form sebagai berikut (boleh anda isi dan klik untuk menguji):

Form Percobaan
(Klik di sini untuk melihat kodenya)

Nama :
E-mail :
Komentar Bebas:
Partai mana yang anda pilih ?
Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan
Partai Keadilan
Partai Persatuan Pembangunan
Partai Rakyat Demokrat
Partai Kebangkitan Bangsa
Tidak Ada

Mana tokoh yang bebas KKN (boleh lebih dari satu) ?
Megawati Soekarnoputri
Amien Rais
Akbar Tanjung
Hamzah Haz
Yusril Ihza Mahendra
Hidayat Nur Wahid

Siapa yang layak menjadi presiden:



Jika misalnya anda mengisi Nama dengan "Ridwan Aziz" kemudian mengisi Email dengan "ridwanaziz@yahoo.com" dan mengisi "no comment" di textarea (kotak yang gede itu lho). Setelah itu mengecek partai pilihan di "Tidak Ada" lalu mengecek nama tokoh Amien Rais" dan Hidayat Nur Wahid" sebagai tokoh yang bebas KKN dan terakhir memilih "Tidak ada di pilihan" sebagai orang yang layak menjadi presiden. Maka data anda akan terkirim ke alamat imel yang tertulis di <FORM ... ACTION="mailto:......"> dalam bentuk seperti ini:
nama=Ridwan+Aziz&imel=ridwanaziz@yahoo.com&komentar=
no+comment&partai_idaman=abstain&tokoh=amin&tokoh=hidayat
&presidenku=Tidak+ada+di+pilihan&name=Kirim

Yak memanjang saudara-saudara, dan sangat sulit membacanya. Nah agar isian anda terkirim dalam bentuk yang lebih mudah dibaca, maka tag <FORM> perlu anda modifikasi dengan menambah atribut ENCTYPE="text/plain". Atribut ini berguna untuk mengubah bentuk data yang dikirim. Keseluruhan tag berubah menjadi:
<FORM METHOD="POST" ACTION="mailto:rohim94@yahoo.com" ENCTYPE="text/plain">
....
sama seperti sebelumnya.
....
</FORM>
Dan data yang diterima menjadi:

imel=ridwanaziz@yahoo.com
komentar=no comment
partai_idaman=abstain
tokoh=amin
tokoh=hidayat
presidenku=Tidak ada di pilihan
name=Kirim
Lihat, lebih mudah dibaca bukan ? Demikianlah cara membuat form. Saya jadi nggak sabar ingin melihat hompej buatan anda nech. ;)

Apa ya frame itu ? Jangan bayangin kayak piguranya foto ya.:) Gampangnya gini. Hompej yang menggunakan frame itu membagi halaman situs menjadi beberapa bagian, dan tiap bagian menampilkan file yang berbeda. Lihat contoh layout berikut ini:
File: "judul.html"
File= "menu.html"
File= "isi.html"
Lihat layout di atas. Dalam satu layar monitor sebenarnya kita menampilkan tiga buah file yang berbeda, yaitu file judul.html, file menu.html dan file isi.html. Agak mirip dengan waktu pembahasan tabel (membuat layout halaman web), bedanya kalau tabel hanya menampilkan satu file sedangkan ini tiga file. Tentu ada keuntungan tersendiri dong. Tapi sebelum saya bercerita lebih lanjut, kita coba dulu membuat frame, ikuti langkah-langkah berikut:
Salin kode HTML berikut kemudian simpan dengan nama "judul.html". Saya sarankan gunakan notepad.
<HTML>
<HEAD></HEAD>
<BODY BGCOLOR="red">
<FONT SIZE=7 COLOR="blue"><CENTER><B>COOL HOMEPAGE</B></CENTER></FONT>
</BODY></HTML>
Berikutnya salin juga kode HTML berikut dan simpan dengan nama "menu.html". Jangan lupa untuk menyimpan semua file di folder yang sama.
<HTML>
<HEAD></HEAD>
<BODY BGCOLOR="yellow">
<FONT SIZE=2 COLOR="red">
Menu:<BR>
Di sini<BR>
Di sana<BR>
Di atas
</FONT>
</BODY></HTML>
Persiapan terakhir, salin tulisan ini (saran saya gunakan copy-paste, ee bukannya dari tadi ngomongnya, ngobrol dong) dan simpan dengan nama "isi.html".
<HTML>
<HEAD></HEAD>
<BODY BGCOLOR="blue">
<FONT SIZE=3 COLOR="yellow">
Ini adalah isi homepage saya. Keren kan. ;)
</FONT>
</BODY></HTML>
Fiuh ... sekarang kita mulai membuat hompej dengan frame.
Tag yang diperlukan untuk bikin frame nggak banyak kok, cuman dua, yaitu <FRAMESET> dan <FRAME>. Terus setelah punya tiga file tadi, kita perlu bikin file induk yang nanti kita namakan ... mmm ... induk.html aja, okey ?!? Isi file induk itu kira-kira begini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET>
.....
</FRAMESET>
</HTML>
Di antara tag <FRAMESET> dan </FRAMESET> nantinya akan kita isi tag <FRAME>. Perhatikan juga tidak ada tag <BODY> karena file induk memang tidak memerlukannya. Sekarang kita perdetil file induk kita. Kita akan membuat layout file kita berbentuk seperti di atas, sebuah judul, kemudian menu di samping, dan di kanannya merupakan isi. Berarti dari layout tersebut kita memerlukan dua buah baris (anda masih ingat definisi baris dan kolom bukan, seperti yang kita bicarakan saat tutorial membuat tabel), dan pada baris yang bawah kita bagi menjadi dua buah kolom. Berarti yang kita perlukan adalah seperti ini.
Mmm pelan-pelan, pertama saya akan membagi dulu menjadi dua baris, baris atas sebesar (tepatnya setinggi) 20% dan baris bawah 80%. Kodenya adalah seperti ini.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
..... isi
</FRAMESET>
</HTML>
Bisa ngikutin kan ? Perhatikan di mana saya meletakkan tanda petik, ROWS="20%,80%". Sekarang baris yang bawah kita bagi menjadi dua kolom, kiri dan kanan. Kolom kiri selebar 25% dan kolom kanan selebar 75%. Kodenya adalah seperti ini.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
..... isi baris pertama, tidak perlu dibagi
<FRAMESET COLS="25%,75%">
.... isi baris kedua, setelah dibagi dua kolom
</FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Nah kita sudah membagi layoutnya. Kini kita tentukan isinya dengan menggunakan tag <FRAME>. Untuk baris yang atas kita memanggil file judul.html, dan untuk baris bawah kita memanggil file menu.html dan isi.html. Perhatikan kode berikut (catatan untuk FRAME anda tidak perlu menutup dengan tag </FRAME>):
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME SRC="judul.html">
<FRAMESET COLS="25%,75%">
<FRAME SRC="menu.html">
<FRAME SRC="isi.html">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Selamat. Selesailah frame pertama anda. Simpan kode di atas dengan nama induk.html (bebas sih namanya), kemudian panggil dengan browser favorit anda. Hasilnya harus seperti ini. :p
Secara garis besar anda telah memahami cara membuat frame. Namun kini kita akan memperhatikan atribut-atributnya secara lebih detil sehingga anda akan dapat mengatur frame anda dengan lebih fleksibel. Kita mulai dengan tag <FRAMESET>. Tag ini memiliki beberapa atribut, seperti bentuk di bawah:
<FRAMESET COLS="..." ROWS="..." BORDER="..." BORDERCOLOR="..." FRAMEBORDER="YES"> ... </FRAMESET>
Baik, saya bahas satu-persatu.
Anda kelihatannya sudah faham atribut COLS dan ROWS karena tadi telah kita gunakan. Namun lebih baik tetap saya jelaskan. Atribut COLS akan membagi bidang menjadi beberapa kolom. Anda dapat menulis COLS="30%,70%" untuk membagi bidang menjadi dua kolom berukuran (urut dari kiri) 30% dan 70%. Juga anda dapat menulis COLS="20%,20%,60%" untuk membagi bidang menjadi tiga kolom, dst. Anda juga dapat membaginya bukan dalam persen, seperti COLS="250,450" yang membagi bidang menjadi dua kolom berukuran 250 pixel dan 450 pixel. Atau bahkan anda dapat membagi menjadi COLS="200,300,*" yang artinya anda membagi menjadi 3 kolom berukuran 200 pixel, 300 pixel dan sisanya. :) Ini akan bermanfaat jika anda tidak yakin lebar halaman seluruhnya, sehingga ukuran frame anda tidak kurang atau berlebihan. Yang lebih asyik, anda dapat membagi menjadi seperti ini COLS="200,*,2*" yang berarti kolom ketiga berukuran dua kali lipat kolom kedua. (Catatan: hati-hati saat membagi bidang dalam %, karena ukuran layar yang anda gunakan bisa jadi berbeda dengan pemakai lainnya. Dalam persen, ukuran frame anda akan mengikuti besar layar. Ukuran layar monitor yang umum adalah 640x480, 800x600 dan 1024x768)

Seperti halnya COLS, atribut ROWS juga berfungsi membagi bidang. Bedanya ROWS membagi menjadi beberapa baris, bukan kolom. Aturannya persis sama, bisa dalam persen maupun dalam pixel.
Atribut berikutnya adalah BORDER yang menentukan tebal batas antar frame. Anda dapat menset BORDER="0" (sama dengan tanpa border), BORDER="2" (ada batas tipis) atau BORDER="10" (memakai batas tebal). Anda dapat melihat contoh file yang tadi dengan border="2" dan dengan border="10". Rasakan bedanya.
O, ya kodenya menjadi seperti ini.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDER="10">
<FRAME SRC="judul.html">
<FRAMESET COLS="25%,75%">
<FRAME SRC="menu.html">
<FRAME SRC="isi.html">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Kemudian atribut BORDERCOLOR berguna untuk menentukan warna pembatas antar frame. Anda dapat mengeset dengan menggunakan istilah seperti BORDERCOLOR="red" ataupun menggunakan kode warna yang telah kita pelajari, seperti BORDERCOLOR=#00CCFF. Ini contoh file tadi dengan border="10" dan BORDERCOLOR="green", silakan klik.
Kalau file di atas, kodenya seperti ini:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDER="10" BORDERCOLOR="green">
<FRAME SRC="judul.html">
<FRAMESET COLS="25%,75%">
<FRAME SRC="menu.html">
<FRAME SRC="isi.html">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Terakhir adalah atribut FRAMEBORDER. Jika kita menggunakan FRAMEBORDER="YES" maka batas akan ditampilkan dalam bentuk 3 dimensi, dan jika menggunakan FRAMEBORDER="NO", batas akan ditampilkan dalam bentuk datar (tidak jelas terlihat).
Sekarang kita akan membicarakan mengenai atribut pada tag <FRAME>
Bentuk umumnya adalah sebagai berikut:
<FRAME BORDERCOLOR="..." FRAMEBORDER="YES" MARGINHEIGHT="..." MARGINWIDTH="..." NAME="..." NORESIZE SCROLLING="YES" SRC="...">
Atribut BORDERCOLOR dan FRAMEBORDER fungsinya persis seperti pada tag <FRAMESET>. Di sini warna yang didefinisikan oleh tag yang lebih dalam akan menang melawan warna yang didefinisikan oleh tag yang luar, juga ada tidaknya border akan ditentukan oleh tag yang lebih dalam (bingung kan, tapi saat mendapat masalah ini anda akan mengerti :)).
Kemudian MARGINHEIGHT berfungsi menentukan besar margin antara batas atas dan bawah frame, dengan isinya. Sedang MARGINWIDTH menentukan besar margin kiri dan kanan. Kedua atribut tersebut memiliki harga minimal 1. Karena adanya margin dan border, maka ukuran 'benda' (bisa gambar atau apapun) harus 8 pixel lebih kecil dari ukuran frame untuk memberikan tampilan yang diinginkan.
Setelah itu atribut NORESIZE berfungsi untuk membuat ukuran frame tidak dapat diubah. Coba anda buka file induk yang tadi (klik ini), kemudian geser-geser border yang ada. Anda dapat menggesernya bukan ? Dengan kata lain anda dapat mengubah ukuran frame karena tidak dituliskannya atribut NORESIZE ini pada file induk.html.
Berikutnya atribut SCROLLING yang berfungsi untuk menentukan ada tidaknya scrollbar. Hey anda tahu kan yang dimaksud dengan scrollbar ? Kalau anda ingin melihat bagian atas halaman tutorial ini, maka anda menggerakkan scrollbar ke atas. Ya, itu dia. Nah atribut SCROLLING="YES" akan menyebabkan selalu ada scrollbar pada frame, atribut SCROLLING="NO" menyebabkan tidak ada scrollbar dalam kondisi apapun dan atribut SCROLLING="AUTO" menyebabkan scrollbar akan muncul saat dibutuhkan, yaitu saat isi frame lebih besar daripada ukuran frame. Ngerti kan ? Ngerti lah yau, saya pusing nech neranginnya kalau belum ngerti. :)
Kemudian atribut SRC adalah atribut yang utama, yaitu memanggil file yang akan mengisi frame. Pada file induk.html, dengan atribut SRC kita telah memanggil file judul.html, menu.html dan file isi.html. SRC tidak selalu harus memanggil file html, kita juga dapat menuliskan SRC="tintin.gif" untuk menampilkan gambar di dalam frame misalnya. Anda dapat bereksperimen, terserah.
Terakhir - sengaja nech saya akhirkan - adalah atribut NAME. Atribut ini berfungsi memberi nama frame. Yup, itu saja. Sama seperti saat anda memberi nama pada hewan kesayangan anda. Untuk apa ? Tentu saja agar anda dapat memanggilnya bukan ?
Sekarang kita mulai permainan yang menarik. Sebelumnya, sebagai persiapan anda harus membuat sebuah file lagi, namakan file itu tambahan.html. Isi filenya adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD></HEAD>
<BODY BGCOLOR="green">
<FONT SIZE=5 COLOR="yellow">
<B>Ini isinya cuman tambahan kok.</B>
</FONT>
</BODY></HTML>
Nah kita sudah siap untuk memulai permainan ini.
Sekarang edit file menu.html anda menjadi seperti ini.
<HTML>
<HEAD></HEAD>
<BODY BGCOLOR="yellow">
Menu:<BR>
<A HREF="tambahan.html" target="kiri">Di sini</A><BR>
<A HREF="tambahan.html" target="kanan">Di sana</A><BR>
<A HREF="tambahan.html" target="atas">Di atas</A><BR>
<A HREF="http://www.oocities.com/rohim94" target="_blank">Link saya</A><BR>
<A HREF="http://snow.prohosting.com/nasyrul" target="_top">Link lain</A><BR>
<A HREF="http://www.oocities.com/smun14" target="_self">Link lain lagi</A><BR>
<A HREF="http://snow.prohosting.com/rohim" target="_parent">Link aneh</A>
</BODY></HTML>
Simpan dengan nama menu2.html. Anda lihat pada file menu2.html saya menambahkan beberapa link dan tag <A HREF .... TARGET=....>. Nanti akan saya terangkan manfaatnya di bawah.
Kemudian edit juga file induk.html anda menjadi seperti di bawah dan namakan dengan nama final.html. Perhatikan bahwa saya menambahkan atribut NAME pada tiap frame. Dan juga saya mengubah salah satu SRC, dari menu.html menjadi menu2.html
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME NAME="atas" SRC="judul.html">
<FRAMESET COLS="25%,75%">
<FRAME NAME="kiri" SRC="menu2.html">
<FRAME
NAME="kanan" SRC="isi.html">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Mari saya cek, anda punya file judul.html, menu2.html dan isi.html. Anda juga punya file final.html. OK semuanya siap, buka file "final.html" dengan browser anda, dan klik link-link yang ada. Apa yang terjadi ? Lihat di sini.
Yup, dahulu saya pernah menjanjikan untuk menerangkan fungsi atribut TARGET pada tag <A HREF>. Kini akan saya terangkan. Kita dapat mengisi target dengan nama-nama frame sehingga saat mengklik, file baru akan terbuka di frame yang dituju. Di sini kita menamakan frame kita dengan "atas", "kiri" dan kanan". Kita juga dapat mengisi target dengan empat hal berikut:
  • _blank, ini akan membuka window baru dan menampilkan alamat yang dipanggil di sana.
  • _top, akan menampilkan alamat yang dipanggil di window yang sama - full satu window - tidak peduli sebelumnya ada frame atau tidak.
  • _self, menampilkan alamat yang dipanggil di tempat yang sama. Kalau yang memanggil adalah sebuah frame, maka halaman yang dipanggil akan ditampilkan di frame itu.
  • _parent, ini akan menampilkan alamat yang dipanggil di frameset satu tingkat lebih tinggi dari frame yang memanggil.
Jadi kalau anda bermain dengan frame, yang paling aman adalah menggunakan target="_top" yang berarti alamat yang dipanggil akan muncul lengkap mengisi satu window, full; atau sekalian memakai target="_blank" yang berarti alamat yang dipanggil akan muncul di window baru.
Terakhir, anda harus memperhatikan bahwa ada browser tertentu yang tidak mensupport frame. Artinya halaman situs anda tidak akan tampak, saat mereka panggil. Untuk mensiasatinya anda dapat menggunakan tag <NOFRAME>. Tempatkan tag ini di dalam tag <FRAMESET>. Jika browser tidak mensupport frame, maka tulisan yang ada di dalam tag NOFRAME lah yang akan ditampilkan. Perhatikan contoh berikut.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pertama kali bikin frame</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<NOFRAME>
Tulisan yang berada di sini akan ditampilkan oleh browser yang tidak mensupport frame. Di sini anda dapat menulis apapun, termasuk menampilkan gambar dan link.
</NOFRAME>
<FRAME NAME="atas" SRC="judul.html">
<FRAMESET COLS="25%,75%">
<FRAME NAME="kiri" SRC="menu2.html">
<FRAME NAME="kanan" SRC="isi.html">
</FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>
Akhirnya ... capekk. :( ... Ngantuk .. tapi seneng. :)
btw saya masih punya hutang satu tutorial HTML lagi untuk diselesaikan. Huahhh.

Operasi Semut, Menyisir Yang Tersisa
oleh Abdur Rahim
Sebenarnya anda bisa dibilang sudah mahir kalau memang mengikuti keseluruhan tutorial yang telah saya sampaikan sebelumnya. Tapi kalau anda ingin tahu lebih banyak, baiklah akan saya beberkan beberapa jurus rahasia yang hanya boleh dipelajari oleh mereka yang telah memiliki kuda-kuda yang cukup baik. :D
Pertama, sekali lagi kita bicara tentang format dan manipulasi teks. Ada beberapa tag yang belum saya bahas, antara lain:
<BLOCKQUOTE> ....... </BLOCKQUOTE>
Tag ini gunanya untuk mengkuot (bahasa Indonesia yang bener apaan sih) paragraf. Contohnya, ya ini. Anda bisa melihat sendiri kalau paragraf ini berbeda kan dengan paragraf lainnya.:) Yup, paragraf ini jadi sedikit lebih ke dalam, istilahnya indent.

Kemudian yang fungsinya agak mirip adalah tag berikut:
<CITE> ....... </CITE>
Tag Cite: Tag <CITE> ini berguna kalau misalnya kita sedang mengutip. Misalnya kayak tulisan ini yang saya maksudkan sebagai definisi penggunaan tag <CITE>. Dengan memakai tag <CITE> tulisan menjadi miring (italic), ya kayak inilah.

Nah tag lain yang juga membahas tentang paragraf adalah tag DIV seperti ini:
<DIV ALIGN="left" STYLE="...."> ....... </DIV>
Tag <DIV> ini berguna untuk memformat satu paragraf dan dengan atribut yang umum dipakai ALIGN dan STYLE. Untuk atribut ALIGN bisa diisi "left", "center" atau "right" yang artinya rata kiri, tengah, atau rata kanan. Sedang STYLE berguna untuk mendefinisikan font dalam paragraf tersebut, baik ukuran (SIZE), jenis font (FACE), pokoknya tentang font deh. Tapi STYLE ini harus didefinisikan dulu di bagian <HEAD>. Masih ingat kan tentang HEAD ? Itu lho bagian di atas . Tapi .. mmm saya fikir untuk saat ini kita belum perlu belajar STYLE. Kalau contoh pemakaian DIV, ya paragraf ini. Sekarang saya bikin align="center".

Berikutnya ada tag yang rada cool:
<PRE> ....... </PRE>
Dengan tag ini kita bisa membuat tulisan yang kita tampilkan akan muncul dengan persis. Misal tulisan seperti ini:
       **********************
          MAUNYA SIH BIKIN           
           @          @
                *
               * *
 
            *********
           KEPALA ORANG
       **********************
Tanpa menggunakan tag <PRE>, hasilnya akan seperti ini:
********************** MAUNYA SIH BIKIN @ @ * * * ********* KEPALA ORANG **********************
Dengan menggunakan tag <PRE> .... </PRE>, noda-noda yang membandel akan hilang .. jrenggg ..
       **********************
          MAUNYA SIH BIKIN           
           @          @
                *
               * *
 
            *********
           KEPALA ORANG
       **********************

Berikutnya, kita akan membahas tentang tag tag <STRIKE>. Saya sendiri hampir nggak pernah make nih. Bentuknya:
<STRIKE> ....... </STRIKE>
Tag ini akan menyebabkan ada garis yang memotong huruf. Mungkin salah satu gunanya menunjukkan adanya koreksi. Misalnya saya tulis seperti ini:
Harga Lama: 1500
Harga Baru: 2000

Nah untuk harga lama kita pakai STRIKE - dicoret.

Terus sekarang kita akan membahas tag berikut:
<SUB> ....... </SUB>
Tulisan yang berada di antara tag <SUB> dan </SUB> akan ditampilkan turun (subscript). Contoh penggunaannya untuk menulis rumus kimia, misalnya seperti ini:
H2O adalah air, kalau C6H12O6 adalah karbohidrat. Gitu, keren kan.

Nah kalau ngomongin SUB, tentu kita ingat pasangannya.
<SUP> ....... </SUP>
SUP kebalikannya, akan menampilkan tulisan naik (superscript). Contohnya seperti di rumus berikut: E = mc2

Adalagi tag yang seperti ini:
<TT> ....... </TT>
Tag <TT> ini akan menampilkan toelisan jang mirip dengan toelisan mesin ketik zaman perdjoeangan. Tjontoh-tjontoh toelisan di masa silam terseboet akan tjoba saya tampilkan dalam toelisan jang sederhana ini. Sengaja font size jang digoenakan saya perbesar agar kegoenaan tag TT ini lebih dapat mendjadi periksa. Apa tjoba .. Gitjuuu. :D

Terus untuk urusan tabel sebenarnya kita punya tag <CAPTION> yang gunanya untuk ngasih judul, dan tag <TH> yang gunanya bikin header. Lihat deh contoh pemakaiannya. Saya akan menulis seperti ini. Tag <CAPTION> otomatis membuat tulisan jadi di tengah, sedang tag <TH> otomatis membuat tulisan jadi tebal. Tag <CAPTION> ditulis di luar tag <TR> dan <TD>. Sedang tag <TH> digunakan untuk membuat sel seperti biasa (sama dengan tag <TD>>
<TABLE BORDER="1">
<CAPTION>Ini Caption</CAPTION>
<TR>
<TH>Ini Header pake TH</TH>
<TD>Ini pake TD</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Ini sel biasa</TD>
<TD>Ini juga sel biasa</TD>
</TR>
</TABLE>
Dan hasilnya akan seperti ini:
Ini Caption
Ini Header pake TH
Ini pake TD
Ini sel biasa
Ini juga sel biasa

Sekarang kita bicara tentang list. Ada beberapa tag yang berhubungan dengan fungsi list, yaitu:
  • <OL> ....... </OL>
  • <UL> ....... </UL>
  • <LI>
Lihat di atas saya telah menggunakan list. Anda penasaran bagaimana membuatnya, simak penuturan saksi mata di bawah ini.
UL (unordered list) digunakan untuk membuat list dengan bulletizing. Jadi membuat daftar barang memakai bullet (item-item di depan tiap barang). Cara pemakaiannya adalah seperti ini.
<UL>
<LI> Barang Pertama
<LI> Barang Kedua
<LI> Barang Ketiga
</UL>

Jadi dibuka dengan <UL> dan ditutup dengan </UL>. Di dalamnya diisi dengan tag <LI> sebanyak barang yang dibutuhkan. Dapat kita lihat tag <LI> tidak perlu ditutup dengan </LI>. Hasil kode di atas seperti ini.
  • Barang Pertama
  • Barang Kedua
  • Barang Ketiga
Kalau kita mengganti UL dengan OL (ordered list), maka list kita akan diberi nomor (bukan bullet). Lihat kode di bawah ini:
<OL>
<LI> Barang Pertama
<LI> Barang Kedua
<LI> Barang Ketiga
</OL>

Dan hasilnya seperti ini:
  1. Barang Pertama
  2. Barang Kedua
  3. Barang Ketiga

Terakhir kita bicara tentang URL. Anda tahu kan URL ini adalah halaman sebuah situs yang mengacu kepada sebuah file, misalnya "http://rahim.f2o.org/html/final.html". Kita telah sering menggunakan URL sebelumnya, misalnya pada saat menulis:
  1. <IMG SRC="tintin.gif">
  2. <A HREF="final.html">
Anda masih ingat kode HTML di atas bukan ? Nah mungkin anda bertanya mengapa kita tidak menggunakan URL lengkap seperti misalnya:
<A HREF="http://rahim.f2o.org/html/final.html">
tetapi kita hanya menuliskannya:
<A HREF="final.html">

Jawabannya adalah karena kita menggunakan URL relatif, bukan URL absolut. URL relatif ini dapat anda gunakan jika file yang anda tuju (*.html, *.gif, *.jpg, dll) berada pada server yang sama. Jika file tersebut berada pada server yang berbeda, mau tidak mau anda harus menuliskannya lengkap, seperti:
<A HREF="http://www.oocities.com/rohim94/index.html">

Nah untuk URL relatif, aturannya adalah sebagai berikut:
  • Jika file berada pada folder yang sama, maka kita cukup memanggil namanya, misal:
    <A HREF="final.html">
    Posisi file mungkin seperti ini:
    rahim.f2o.org/html/tutorial.html
    rahim.f2o.org/html/final.html
    Dari file tutorial.html untuk memanggil file final.html, cukup namanya saja.
  • Jika file berada pada folder yang lebih atas, maka digunakan "../sesuatu.html", contohnya:
    <A HREF="../contoh.html">
    Posisi file mungkin seperti ini:
    rahim.f2o.org/html/tutorial.html
    rahim.f2o.org/contoh.html
    Sekali lagi, kita sedang berada di tutorial.html dan akan memanggil contoh.html. (Pokoknya kita tuh selalu tutorial.html - apapun yang terjadi).
  • Jika file berada pada folder yang lebih bawah, maka kita tuliskan foldernya "folder/sesuatu.html", contohnya:
    <A HREF="frame/tambahan.html">
    Posisi file mungkin seperti ini:
    rahim.f2o.org/html/tutorial.html
    rahim.f2o.org/html/frame/tambahan.html
    atau
    <IMG SRC="pic/tintin.gif">
    Dengan posisi file:
    rahim.f2o.org/html/tutorial.html
    rahim.f2o.org/html/pic/tintin.gif
  • Jika file berada pada folder yang berbeda, maka kita harus 'naik' dulu kemudian 'turun' ke folder yang dituju "../folder/sesuatu.html", misalnya:
    <A HREF="../php/script.php">
    Posisi file mungkin seperti ini:
    rahim.f2o.org/html/tutorial.html
    rahim.f2o.org/php/script.php
Udah. Ngerti kan ya ?

OK, that's all folk.
Anda telah benar-benar lulus. Semoga saja anda bisa cepat mempraktekkan 'ilmu' ini. Sebab kalau tidak anda praktekkan, akhirnya anda akan terlupa. Dan in case anda lupa, kunjungi saja situs ini. Kami akan tetap menerima anda. :D



This Page is an outdated, user-generated website brought to you by an archive.It was mirrored from Geocities at the end of October, 2009.
For any questions about this page contact the respective author. To report any malicious content send the URL to oocities[at]gmail[dot]com. For any questions concerning the archive visit our main page:OoCities.org.

Artikel Terkait

Seorang Blogger yang senang berbagi, bercerita, menyejarah melalui tulisan. Follow G + ku ya di sini.

3 Komentar

Sharekan bagaimana pandanganmu sendiri mengenai artikel di atas..
EmoticonEmoticon