BOCAR BOCOR.... BOCAR BOCOR.......
SEBELUM 9 Juli nanti, para calon pemilih masih punya waktu untuk menimbang-nimbang calon presiden mana yang lebih baik buat Indonesia hari ini dan ke depan.
Bagi pemilih rasional dan pemilih yang belum memutuskan, masih bisa berubah pilihan, termasuk saya, kalau anda bisa meyakinkan bahwa visi Prabowo lebih baik dari Jokowi atau sebaliknya.
Sedangkan untuk pemilih emosional, yang berprinsip “Pokoknya no satu; pokonya no dua”. Tulisan ini tak banyak gunanya.
Pemilih rasional tidak bisa dibombardir dengan janji-janji: Kami akan membebaskan biaya sekolah, kami akan menyediakan lapangan kerja bagi sekian juta rakyat, kami akan menaikkan gaji buruh, kami akan menurunkan harga pangan, dan semacamnya.
Pemilih rasional akan bertanya: bagaimana caranya, umpamanya, membebaskan biaya sekolah itu?
Nah, kita perlu bersama-sama menelaah apakah program masing-masing calon cukup realistis, bernilai strategis atau sekedar keinginan.
Kita pilih program ekonomi, sebab bidang ini paling penting dan sangat menentukan. Program-progam lain tidak akan terwujud bila program ekonomi tidak berjalan.
Kita mulai dari Jokowi-JK. Inti program ekonomi pasangan adalah:
Ekonomi Berdikari
Mencapai pertumbuhan ekonomi 7persen
Pembangunan Koperasi dan UMKM
Membangun industri Maritim
Membangun pasar-pasar tradisional dan pertanian
Membangun jalan baru sepanjang 2000 km di Sumatra dan luar Jawa
Kartu Sehat untuk seluruh rakyat Indonesia
Kartu Pintar untuk seluruh usia sekolah
Untuk mewujudkan ini, strategi Jokowi-JK adalah:
Meningkatkan investasi pengusaha nasional dan daerah; memudahkan perizinan usaha;
Membangun pendidikan, yang akan menghasilkan manusia-manusia produktif. Produktifitas yang meningkat akan meningkat daya saing ekonomi.
Penghematan APBN lewat E-budgeting, E-auditing, E-purchasing.
Sedangkan inti program ekonomi Prabowo-Hatta adalah:
Ekonomi Kerakyatan
Alokasi minimal satu milyar rupiah untuk setiap desa dan kelurahan
Menaikkan penghasilan rata-rata rakyat Indonesia dari Rp3 juta per bulan menjadi Rp6 juta per bulan, di ujung masa pemerintahan 5 tahun.
Menambah lahan sawah dua juta hektare
Menyiapkan dua lahan juta hektar untuk bio-ethanol
Membangun 3 ribu kilometer jalan, 4 ribu km jalan kereta api, delapan pelabuhan
Mendirikan bank tani dan nelayan, bank koperasi dan lembaga tabungan haji
Prabowo-Hatta merancang strategi:
Ekonomi jalan tengah berdasarkan pasal 33 UUD 45, yakni penguasaan sumber-sumber daya alam
Perlindungan terhadap golongan rakyat yang tertinggal
Membuka investasi asing yang tidak mematikan ekonomi rakyat
Pengalihan dana secara besar-besaran dari kota ke desa-desa, antara lain melalui dana bergulir.
Mari kita beri apresiasi kepada keduanya. Program ekonomi keduanya bagus.
Bagi kita, rakyat yang ingan pintar dan memilih secara rasional, pertanyaannya adalah: Apakah program kedua calon itu bisa dilaksanakan? Tentu, kedua calon akan menjawab bisa. Tapi kita tak ingin pengyakinan, kita ingin melihat alasan yang masuk akal.