Kayak iklan minyak kayu putih, Buat anak kog pake coba-coba, demikian pula dalam hal mengaji. Ngaji kog ustadnya coba-coba. Kalau minyak kayu putih paling efeknyanya duniawi, kalau coba-coba pilih tempat ngaji jelas dunia akherat efeknya.
So, kayak apa sih ustadz atau ustadzah yang 'patut dihindari'. Yang pertama, biasanya dia itu orang yang kalau dakwahnya 'asal ngomong saja'. Dia ustadzah / ustad yang memberikan pengajian tanpa mau memeriksa penjelasan terdahulu dari kalangan ulama salaf. Simak deh bahwa paa ulama saja sudah menjelaskan Larangan Berfatwa Tanpa Bimbingan Salafush Shalih:
“Siapa saja yang mengatakan sesuatu dengan hawa nafsunya, yang tidak ada seorang imampun yang mendahuluinya dalam permasalahan tersebut, baik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun para sahabat beliau, maka sungguh dia telah mengadakan perkara baru dalam Islam.
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: ‘Barangsiapa yang mengada-ada atau membuat-buat perkara baru dalam Islam maka baginya laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala, para malaikat, dan manusia seluruhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima infaq dan tebusan apapun darinya’.”
