Showing posts with label nasehat. Show all posts
Showing posts with label nasehat. Show all posts

Tujuh Nasehat Warren Buffet tentang Bisnis

Inilah Orang terkaya no 3 di dunia, Warren Buffet memberi nasehat :

"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki, serta ingat :

1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.

2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.


3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar˛ nyaman untukmu.
5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.

6. With money:
You can buy a house, but not a home.
You can buy a clock, but not time.
You can buy a bed, but not sleep.
You can buy a book, but not knowledge.
You can get a position, but not respect.
You can buy blood, but not life. So find your happiness inside you.

7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur"

Nitip Link:
Jual Selimut Nemo
Jual Selimut Gambar Kepala Hewan

Nasehat Ulama untuk Pilih Pilihlah Kalau Mau Mengaji

Kayak iklan minyak kayu putih, Buat anak kog pake coba-coba, demikian pula dalam hal mengaji. Ngaji kog ustadnya coba-coba. Kalau minyak kayu putih paling efeknyanya duniawi, kalau coba-coba pilih tempat ngaji jelas dunia akherat efeknya.

So, kayak apa sih ustadz atau ustadzah yang 'patut dihindari'. Yang pertama, biasanya dia itu orang yang kalau dakwahnya 'asal ngomong saja'. Dia ustadzah / ustad yang memberikan pengajian tanpa mau memeriksa penjelasan terdahulu dari kalangan ulama salaf. Simak deh bahwa paa ulama saja sudah menjelaskan Larangan Berfatwa Tanpa Bimbingan Salafush Shalih:

gambar persimpangan jalan kebenaran dan salah bagus
sangat tipis bedanya
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu berkata:
Siapa saja yang mengatakan sesuatu dengan hawa nafsunya, yang tidak ada seorang imampun yang mendahuluinya dalam permasalahan tersebut, baik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun para sahabat beliau, maka sungguh dia telah mengadakan perkara baru dalam Islam. 

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: ‘Barangsiapa yang mengada-ada atau membuat-buat perkara baru dalam Islam maka baginya laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala, para malaikat, dan manusia seluruhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima infaq dan tebusan apapun darinya’.”

Nasehat Ulama Salaf Pilihan


Ketika sedang Ada masalah dengan orang lain

Al-Fudhail Bin Iyadl berkata , "Apabila terjadi kekasaran diantara kamu dan seseorang, maka berhati-hatilah kamu darinya. Jangan kamu harapkan persahabatan yang murni dan mempercayainya, sebab sesungguhnya dia akan selalu memperhatikan tindak-tandukmu, sedangkan kedengkian nya tersembunyi.

Adapun orang yang awam maka menjauh dari mereka merupakan keharusan. Karena mereka tidak termasuk jenismu, maka apabila terpaksa duduk bersama dalam majelis mereka maka (lakukanlah) sesaat saja dan jagalah kewibawaan dan kewaspadaanmu, sebab bisa jadi kamu mengucapkan satu kata dan mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang keji.

Jangan kamu menyuguhkan ilmu kepada orang yang jahil dan (jangan pula) kamu suguhkan orang-orang yang lalai dengan fiqh dan orang yang dungu dengan keterangan (al bayan), tapi perhatikanlah apa yang menyelamatkan mereka dengan lemah lembut dan berwibawa.

Makanan Halal dan pengabulan doa :: hajjaj yang licik


Ketika Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi berhasil menguasai ‘Iraq, tidaklah

ia menugaskan seseorang untuk menjabat di sana dan mengatur rakyat

‘Iraq melainkan tidak berumur panjang. Orang-orang ‘Iraq yang tidak
rela dengan kezhaliman yang merajalela mendoakan kebinasaan bagi siapa
saja yang menjadi wakil Hajjaj di ‘Iraq.

Hajjaj pun memutar otak liciknya. Hajjaj meminta seluruh penduduk
‘Iraq untuk memberinya masing-masing sebutir telur ayam dan
meletakkannya di beranda masjid Jami’. Dikatakannya, ia sangat
membutuhkannya. Penduduk ‘Iraq menganggapnya sebagai sesuatu yang
sepele dan bukan merupakan kemungkaran. Mereka merasa tidak punya
alasan untuk menolaknya. Maka berbondong-bondong mereka menuju masjid
Jami’ dengan sebutir telur di tangan masing-masing. Tanpa menaruh
curiga sedikit pun mereka meletakkan telur-telur itu begitu saja di
beranda masjid.